kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Tak lama lagi, anak usia 5-11 bisa mendapatkan vaksin Covid-19 Pfizer


Jumat, 08 Oktober 2021 / 08:37 WIB
ILUSTRASI. Pfizer Inc telah mengajukan permohonan izin untuk penggunaan darurat vaksin mereka untuk anak-anak usia 5 hingga 11 tahun. REUTERS/Dado Ruvic


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Menurut Pfizer pada 20 September 2021 lalu, vaksin Pfizer/BioNTech telah terbukti menginduksi respons imun yang kuat pada anak berusia 5 hingga 11 tahun dalam uji klinis 2.268 peserta.

Kedua produsen obat juga menguji vaksin pada anak-anak usia 2 sampai 5 tahun dan anak-anak usia 6 bulan sampai 2 tahun, dengan data diharapkan pada dirilis pada kuartal keempat.

Reuters memberitakan, koordinator respons COVID-19 Gedung Putih Jeffrey Zients mengatakan kepada CNN, vaksin tersebut siap diluncurkan pada awal November sambil menunggu persetujuan dari badan kesehatan AS.

Baca Juga: Moderna merencanakan membangun pabrik vaksin COVID-19 di Afrika

Setelah otorisasi diberikan, Zients berkata: "Kami siap. Kami memiliki persediaan. Kami bekerja dengan negara bagian untuk menyiapkan lokasi yang nyaman bagi orang tua dan anak-anak untuk divaksinasi termasuk kantor dokter anak dan situs komunitas."

Amerika Serikat memimpin dunia dalam kasus dan kematian COVID-19.

Menurut American Academy of Pediatrics, anak-anak saat ini menyumbang sekitar 27% dari semua kasus virus corona di AS dan persentase rawat inap yang meningkat. Hal itu mencerminkan penularan yang tinggi dari virus corona varian Delta di antara orang-orang yang tidak divaksinasi.

Meski anak-anak tidak terlalu rentan terhadap infeksi COVID-19 yang parah, namun mereka dapat menyebarkan virus ke orang lain, termasuk populasi rentan yang lebih berisiko terkena penyakit parah.

Selanjutnya: 11 Fakta soal vaksin Covid-19 Zifivax, belum banyak yang kenal




TERBARU

[X]
×