kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Tanggapi The Fed, China ikut kerek suku bunga 7-days repo sebesar 5 basis point


Kamis, 22 Maret 2018 / 15:14 WIB
ILUSTRASI. Bank sentral China


Reporter: Agung Jatmiko | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SHANGHAI. Bank sentral China atau People Bank of China (PBOC) menaikkan suku bunga jangka pendek menyusul keputusan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga 25 basis poin (bps).

Mengutip Reuters, Kamis (22/3), PBOC menaikkan suku bunga 7-day repo sebesar 5 bps, yang merupakan salah satu alat yang paling umum digunakan untuk mengendalikan likuiditas dalam sistem keuangan.

Langkah PBOC tersebut secara umum sudah diperkirakan oleh pasar dan memang merupakan keputusan kebijakan utama bank sentral di bawah Gubernur baru Yi Gang, yang ditunjuk oleh parlemen pada hari Senin (19/3) sebagai bagian dari perombakan besar-besaran kabinet China di bawah Presiden Xi Jinping.

“Saya pikir itu hanya kenaikan suku simbolis lagi untuk menghindari terlalu melebarnya spread rate China dan AS,” kata Ken Cheung, ahli strategi senior FX di Mizuho Bank di Hong Kong, dilansir dari Reuters.

Cheung berpendapat, kenaikan 5 bps sudah cukup karena depresiasi yuan bukanlah suatu masalah yang besar. Selain itu, ia memandang PBOC juga cenderung menahan diri dari mengangkat suku bunga secara agresif di tengah reformasi regulasi dan tekanan inflasi yang lunak.




TERBARU

[X]
×