kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.051   51,00   0,28%
  • IDX 5.682   -258,61   -4,35%
  • KOMPAS100 746   -38,99   -4,96%
  • LQ45 564   -24,83   -4,22%
  • ISSI 196   -9,51   -4,62%
  • IDX30 321   -12,99   -3,89%
  • IDXHIDIV20 398   -13,82   -3,35%
  • IDX80 85   -4,10   -4,62%
  • IDXV30 109   -4,53   -3,99%
  • IDXQ30 104   -4,02   -3,72%

Thailand dan Filipina tahan bunga acuan


Selasa, 24 Juli 2012 / 09:40 WIB
Drakor Mine tamat, Revolutionary Sisters masih puncaki persaingan rating di akhir pekan.


Sumber: Bloomberg | Editor: Johana K.

Thailand dan Filipina mungkin akan menahan diri untuk memangkas suku bunga pekan ini seiring perlambatan pertumbuhan ekonomi di Asia Tenggara.

Para ekonom yang disurvei Bloomberg News memprediksi Bank of Thailand akan mempertahankan bunga acuan sebesar 3% pada pertemuan besok. Begitu pula dengan Filipina yang juga tak bakal mengubah bunga acuan dari posisi 4%. Kedua negara itu memperkirakan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6% pada tahun 2012.

Menurut Aninda Mitra, Kepala Ekonomi pada ANZ Group Ltd, kebijakan moneter di Asia Tenggara cukup akomodatif dan itu sudah cukup untuk mendukung pertumbuhan saat ini. "Kemungkinan untuk menurunkan bunga menggoda, tapi akan terlalu prematur pada saat ini, karena risiko inflasi masih membayangi," tambahnya.

Risiko inflasi dapat muncul kembali seiring kekeringan di Amerika Serikat yang mendorong kenaikan harga jagung dan kedelai pada tingkat tertinggi. Selain itu, kekurangan hujan juga terjadi di India yang menjadi produsen beras kedua terbesar di dunia.




TERBARU

[X]
×