kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Tidak mau antri, warga Libia serang bus jurnalis


Minggu, 22 Mei 2011 / 12:43 WIB
ILUSTRASI. Peserta membuat Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) SIM Daan Mogot, Jakarta, Selasa (2/6/2020). Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya kembali membuka layanan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang s


Reporter: Barratut Taqiyyah, Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TRIPOLI. Warga Libia yang bersenjata pistol dan pisau menyerbu masuk sebuah bus yang mengangkut wartawan asing Sabtu (21/5) kemarin.

Serangan tersebut merefleksikan kemarahan warga Libia akibat semakin terbatasnya pasokan bensin setelah dua bulan serangan NATO terhadap pemerintah Muamar Kaddafi.

Insiden ini dimulai pada saat sebuah hotel bus yang membawa wartawan asing, yakni dari Reuters, BBC, Phoenix Television, dan beberapa media lain ke perbatasan Tunisia melewati sekelompok pengendara motor yang tengah mengantri bensin di pom bensin Zawiyah, ibukota bagian barat. Bus tersebut diberikan prioritas terlebih dulu dibanding yang lain.

Hal itu lantas membuat warga yang mengantri lama marah. Sejumlah orang bahkan menggedor pintu bus. Namun, kerumunan massa tersebut bisa dibubarkan setelah pasukan Libia menembakkan senjata ke udara. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×