kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Tiga filosofi dan panduan investasi Warren Buffet


Selasa, 30 Juli 2019 / 09:45 WIB

Tiga filosofi dan panduan investasi Warren Buffet

Siapa bisa menyangkal bahwa Warren Buffet  adalah  pemetik saham terbaik di dunia.  Itu pula yang membuatnya menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Namun, Buffet memiliki   filosofi dan panduan investasi yang mempengaruhi banyak investor.

Pertama, "Aturan No. 1: Jangan pernah kehilangan uang. Aturan No. 2: Jangan pernah lupakan aturan No. 1."

Yang terpenting dalam berinvestasi adalah  jangan sembrono. Jangan gambling. Jangan sombong  bahwa  tidak apa-apa jika kalah. Yang perlu ditegaskan, Buffett hanya berinvestasi di perusahaan yang dia teliti dan pahami secara menyeluruh. Dia tidak berinvestasi bila hanya akan kehilangan uang.

Pasar saham itu dinamis, selalu berubah. Namun, di saat kondisi bagus atau buruk, Buffett tetap fokus pada tujuannya. Buffet amat jarang mengubah strategi investasi jangka panjangnya apa pun yang dilakukan pasar.

Kedua, “Jika bisnisnya berjalan dengan baik, saham akhirnya akan mengikuti.”

Buku The Intelligent Investor karya  Benjamin Graham meyakinkan Buffett bahwa berinvestasi pada sebuah saham sama dengan memiliki sepotong bisnis. 

Ketika mencari saham untuk berinvestasi, Buffett mencari bisnis yang menunjukkan prospek jangka panjang yang menguntungkan. 

Apakah perusahaan memiliki riwayat operasi yang konsisten? Apakah ia memiliki bisnis waralaba yang dominan? Apakah bisnis menghasilkan margin keuntungan yang tinggi dan berkelanjutan? Jika harga saham perusahaan diperdagangkan di bawah ekspektasi untuk pertumbuhan di masa depan, maka itu adalah saham yang ingin dimiliki Buffett.

Buffett tidak pernah membeli apa pun tanpa memiliki alasan yang kuat mengapa dia harus membayar harga tertentu untuk saham  suatu perusahaan.  

Ketiga, “Jauh lebih baik membeli perusahaan yang hebat dengan harga saham yang wajar, daripada membeli perusahaan biasa-biasa saja dengan harga yang saham yang tinggi”.

Buffett adalah investor yang suka membeli saham berkualitas dengan harga terendah. Tujuan agar Berkshire Hathaway dapat beroperasi lebih baik dengan memiliki saham yang akan menghasilkan keuntungan yang solid dan peningkatan  modal untuk tahun-tahun mendatang. 

Ketika pasar terhuyung-huyung selama krisis keuangan 2007-08, Buffett menimbun investasi besar jangka panjang dengan menginvestasikan miliaran dalam saham General Electric dan Goldman Sachs.

Untuk memilih saham dengan baik, investor harus menetapkan kriteria untuk mengungkapkan  bisnis perusahaan yang baik. Anda mungkin, misalnya, mencari perusahaan yang menawarkan produk atau jasa yang  memiliki pendapatan operasi yang kuat dan potensi keuntungan masa depan.  ♦

Sumber: Investopedia.com


Reporter: Tri Adi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan

TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0003 || diagnostic_api_kanan = 0.0022 || diagnostic_web = 0.1697

Close [X]
×