kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Tiga lembaga pemeringkat akan downgrade JP Morgan


Senin, 14 Mei 2012 / 18:43 WIB
ILUSTRASI. Midnight Sun


Reporter: Dyah Megasari, Bloomberg |

NEW YORK. Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit bank paling menguntungkan di Amerika Serikat (AS) yakni JPMorgan Chase & Co. Keputusan Fitch datang setelah bank melaporkan kerugian perdagangan hingga US$ 2 miliar, pekan lalu.

Kredit jangka panjang JP Morgan dipangkas dari AA- ke A. Sedangkan peringkat utang jangka pendek digunting dari level F1+ menjadi F1.

"Besarnya kerugian dan kemungkinan berlanjut menggambarkan sulitnya likuiditas perusahaan,” demikian pernyataan Fitch (12/5). Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai potensi risiko, kerangka manajemen risiko, praktik dan pengawasan bank.

Kemungkinan besar, Standard & Poor (S&P) juga akan melakukan hal yang sama dalam waktu dekat. Lembaga pemeringkat ini menduga, kesalahan strategi lindung nilai (hedging) JPMorgan kemungkinan akan lebih besar dari yang sudah dilaporkan.

"Downgrade akan diputuskan jika kesalahan yang lebih besar terbukti atau manajemen memaksakan strategi investasi yang lebih agresif namun target keuangan tak tercapai," demikian pernyataan S&P. Lembaga peringkat kelas dunia ini menegaskan peringkat kredit JP Morgan masih di level A.

Memang malang nasib JP Morgan. Kinerjanya juga tengah dalam pengawasan lembaga pemeringkat lainnya yakni Moody's Investor Services. Ada peluang, Moody's menurunkan peringkat JP Morgan hingga dua level. Februari lalu, Moody's menyatakan tengah mengevaluasi 17 lembaga keuangan AS untuk ditentukan peringkat utangnya.

Kamis (10/5) Chief Executive Officer Jamie Dimon berterus terang pada analis kemungkinan biaya atas transaksi yang dilakukan divisi investasi diprediksi membengkak hingga US$ 1 miliar. "Bisa terjadi kuartal ini atau kuartal selanjutnya," ujarnya.




TERBARU

[X]
×