kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Trump: Aksi pemakzulan menyebabkan kemarahan yang luar biasa


Rabu, 13 Januari 2021 / 05:48 WIB
Trump: Aksi pemakzulan menyebabkan kemarahan yang luar biasa
ILUSTRASI. Donald Trump mengatakan ada kemarahan yang luar biasa tentang langkah untuk pemakzulan dirinya. REUTERS/Carlos Barria


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden AS Donald Trump saat ini mendapat tekanan besar untuk mengundurkan diri setelah para pendukungnya melakukan pelanggaran yang mematikan di Gedung Capitol AS pekan lalu. 

Melansir Reuters, Trump mengatakan ada kemarahan yang luar biasa tentang langkah untuk pemakzulan dirinya. Akan tetapi, Trump menambahkan dia tidak menginginkan kekerasan.

"Saya tidak menginginkan kekerasan," kata Trump kepada wartawan saat dia pergi untuk perjalanan ke tembok perbatasan di Alamo, Texas.

Dalam pidato pertamanya kepada wartawan sejak 8 Desember, presiden Republik itu tidak menjawab pertanyaan apakah dia akan mengundurkan diri.

Dia mengkritik langkah pemakzulan oleh anggota parlemen Demokrat.

"Pemakzulan ini menyebabkan kemarahan yang luar biasa dan mereka melakukannya, dan itu benar-benar hal yang mengerikan yang mereka lakukan," kata Trump. 

Dia menambahkan bahwa langkah untuk mendakwa dia, dengan tuduhan menghasut pemberontakan atas serangan Capitol, merupakan kelanjutan dari "perburuan penyihir" terhadapnya.

Trump akan menjadi presiden AS pertama yang dimakzulkan dua kali jika DPR memberikan suara mendukung pemakzulan pada hari Rabu.

Selanjutnya: Donald Trump mengundurkan diri dari Presiden AS?




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×