kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

Negosiasi Dagang AS–India Menguat, Ini Prospek Kesepakatan Baru


Sabtu, 13 Juni 2026 / 23:20 WIB
Negosiasi Dagang AS–India Menguat, Ini Prospek Kesepakatan Baru
ILUSTRASI. Minyak AS (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat dan India kembali membuka peluang tercapainya kesepakatan perdagangan bilateral, meski belum ada keputusan final yang diharapkan keluar dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 pekan depan di Prancis.

U.S. Trade Representative Jamieson Greer dijadwalkan melakukan kunjungan ke India pada pekan setelah KTT G7, dalam rangka melanjutkan pembahasan teknis terkait potensi perjanjian dagang antara kedua negara.

Seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebutkan kesepakatan dagang antara Washington dan New Delhi masih sangat mungkin tercapai, meskipun belum akan ditandatangani dalam forum G7 yang berlangsung 15–17 Juni di Evian-les-Bains, Prancis.

Baca Juga: Kesepakatan Damai AS–Iran di Depan Mata, Tapi Iran Tunda Tanda Tangan Kesepakatan

“Kami tahu Perdana Menteri Narendra Modi sangat ambisius dalam memandang peran India dan pentingnya hubungan dengan Amerika Serikat. Kami percaya kesepakatan dagang potensial adalah bagian dari itu,” ujar pejabat tersebut kepada wartawan.

Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri India Narendra Modi di sela KTT G7 disebut akan menjadi momentum untuk mengevaluasi kemajuan negosiasi, meski kesepakatan final diperkirakan masih membutuhkan pembahasan teknis lanjutan.

Hubungan dagang kedua negara sempat mengalami tekanan akibat kebijakan tarif AS terhadap sejumlah produk India serta perbedaan pandangan terkait konflik India–Pakistan tahun lalu. Namun, dalam beberapa pekan terakhir, suasana diplomatik disebut mulai membaik.

India juga dikabarkan tengah mendorong skema tarif preferensial sebagai bagian dari kesepakatan perdagangan sementara yang sedang dinegosiasikan. Menteri Perdagangan India sebelumnya menyebut bahwa tahap awal perjanjian dagang bilateral ditargetkan dapat diselesaikan pada pertengahan Juli.

Meski optimisme meningkat, pejabat AS menegaskan bahwa tidak ada terobosan besar yang diharapkan pada KTT G7. Pembahasan diperkirakan lebih berfokus pada penjajakan posisi dan kelanjutan dialog teknis antara kedua negara.

Selain India, Amerika Serikat juga disebut membuka ruang diskusi dagang dengan Kanada dan Meksiko, meskipun belum ada perkembangan signifikan yang diharapkan muncul dari forum tersebut.

Baca Juga: Drone Milik Ukraina Hantam Infrastruktur Energi Rusia, Satu Orang Tewas

“Diskusi akan terus berlanjut, tetapi kemungkinan besar masih membutuhkan waktu sebelum kesepakatan besar tercapai,” ujar pejabat AS tersebut.

Jika terealisasi, kesepakatan dagang AS–India akan menjadi salah satu langkah strategis penting dalam memperkuat hubungan ekonomi dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia dan Asia tersebut.




TERBARU

[X]
×