kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Defisit Neraca Dagang AS Oktober 2025 US$ 29,4 Miliar, Terendah dalam 16 Tahun


Kamis, 08 Januari 2026 / 22:03 WIB
Defisit Neraca Dagang AS Oktober 2025 US$ 29,4 Miliar, Terendah dalam 16 Tahun
ILUSTRASI. Defisit neraca dagang AS menyempit berkat kebijakan tarif Donald Trump (KONTAN/White House )


Reporter: Harris Hadinata | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menetapkan tarif impor tampaknya benar-benar menguntungkan negara Uwak Sam ini. Buktinya, defisit neraca dagang negara ini mengempis.

Mengutip pengumuman Bureau of Economic Analysis (BEA) AS, Kamis (8/1/2026), defisit neraca dagang AS di Oktober hanya sebesar US$ 29,4 miliar. Angka ini turun hingga sekitar 39% dibanding defisit di September, yang sebesar US$ 48,1 miliar.

Realisasi tersebut juga jauh lebih baik dari konsensus proyeksi ekonom, yang memprediksi AS akan mencetak defisit US$ 58,1 miliar di Oktober 2025. Defisit neraca dagang AS di Oktober tersebut juga merupakan defisit neraca dagang paling kecil sejak Juni 2009 silam, atau dalam 16 tahun terakhir.

Baca Juga: Neraca Dagang Diperkirakan Tetap Surplus Meski Nilainya Menyusut

Di Oktober 2025, AS mencatatkan ekspor US$ 302,0 miliar. Angka ini lebih tinggi sekitar 2,6% dibanding ekspor di September yang hanya US$ 294,2 miliar.

Sementara impor tercatat turun sekitar 3,2% secara bulanan menjadi US$ 331,4 miliar di Oktober. Di September, impor AS tercatat masih mencapai US$ 342,4 miliar.

Bila hanya menghitung perdagangan barang, tanpa memperhitungkan perdagangan jasa, defisit neraca dagang AS sebesar US$ 59,1 miliar. Ini merupakan defisit terendah sejak Maret 2016, yang kala itu mencapai US$ 58,4 miliar.

Baca Juga: Neraca Dagang Indonesia Surplus 65 Bulan, September 2025 Menciut

BEA juga mengumumkan, nilai ekspor barang AS di Oktober mencapai US$ 195,9 miliar. Sementara nilai ekspor jasa di periode tersebut mencapai US$ 106,1 miliar. Keduanya merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

BEA mencatat, AS juga mencatatkan surplus dalam neraca dagang migas, mencapai US$ 6,1 miliar. Ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah. Sementara defisit neraca dagang non migas mencapai US$ 64,7 miliar, terendah sejak Februari 2020.

Selain itu, AS juga mencatatkan sejumlah rekor defisit terendah sepanjang sejarah dengan beberapa. Misal dengan Thailand yang mencapai US$ 7,5 miliar, Meksiko (US$ 18,9 miliar), dan Taiwan (US$ 17,4 miliar).

Baca Juga: Surplus Neraca Dagang Meningkat, AS Masih Jadi Penyumbang Terbesar

Penetapan tarif impor AS berkontribusi besar pada penyempitan defisit neraca dagang AS ini. Menurut hitungan Yale University, sebagaimana dikutip Forbes, tarif efektif yang dipatok AS untuk barang impor mencapai 17,9% di Oktober, tertinggi sejak 1934.

Sekadar info, di Januari, harusnya AS mengumumkan angka neraca dagang periode November. Namun lantaran ada government shutdown di kuartal IV-2025 lalu, AS baru mengumumkan data Oktober di awal tahun ini.

Selanjutnya: 5 Aturan Makan Malam untuk Menurunkan Berat Badan dengan Cepat, Diet Jadi Maksimal!

Menarik Dibaca: 5 Aturan Makan Malam untuk Menurunkan Berat Badan dengan Cepat, Diet Jadi Maksimal!




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×