kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.049.000   4.000   0,13%
  • USD/IDR 16.943   24,00   0,14%
  • IDX 7.711   133,47   1,76%
  • KOMPAS100 1.077   18,47   1,75%
  • LQ45 788   15,37   1,99%
  • ISSI 273   5,07   1,89%
  • IDX30 419   8,93   2,18%
  • IDXHIDIV20 515   13,10   2,61%
  • IDX80 121   2,06   1,73%
  • IDXV30 139   2,88   2,11%
  • IDXQ30 135   3,02   2,28%

Harga Minyak Naik, di Tengah Kekhawatiran Pasokan Seiring Meluasnya Konflik Iran


Kamis, 05 Maret 2026 / 16:52 WIB
Harga Minyak Naik, di Tengah Kekhawatiran Pasokan Seiring Meluasnya Konflik Iran


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak menguat, memperpanjang reli karena perang Amerika Serikat (AS)-Israel yang meningkat dengan Iran terus mengganggu pasokan, mendorong beberapa produsen utama untuk mengurangi produksi dan yang lainnya untuk mengambil langkah-langkah untuk memastikan keamanan pasokan.

Kamis (5/3/2026) pukul 16.30 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman Mei 2026 naik US$ 2,35, atau 2,9% menjadi US$ 83,75 per barel, sesi kelima berturut-turut mengalami kenaikan. 

Sejalan, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman April 2026 naik US$ 2,42, atau 3,2% ke US$ 77,08.

Pasar minyak semakin ketat, dengan pemerintah China memerintahkan kilang minyak terbesar untuk menangguhkan ekspor solar dan bensin, kata analis PVM, John Evans.

Kontrak berjangka solar Eropa mencapai level tertinggi sejak Oktober 2022 di US$ 1.130.

Baca Juga: Dolar AS Menguat di Tengah Perang Israel–Iran, Pasar Global Bergejolak

Pasar minyak mentah tetap waspada karena menghadapi risiko pasokan yang berkelanjutan menyusul serangan di Timur Tengah, dengan kekhawatiran yang berpusat pada arus perdagangan melalui Selat Hormuz, kata analis ANZ dalam sebuah catatan pada hari Kamis.

Sekitar 300 kapal tanker minyak tetap berada di dalam Selat karena lalu lintas kapal masuk dan keluar dari titik rawan tersebut hampir terhenti setelah pecahnya perang, menurut data pelacakan kapal dari Vortexa dan Kpler yang tidak termasuk beberapa kapal tanker terkecil.

Pasukan Iran telah menyerang kapal tanker minyak di atau dekat Selat Hormuz. Ledakan dilaporkan terjadi semalam di dekat sebuah kapal tanker di lepas pantai Kuwait, menurut Operasi Perdagangan Maritim Inggris.

Iran meluncurkan gelombang rudal ke Israel pada Kamis pagi, menyebabkan jutaan penduduk berlindung di tempat perlindungan bom saat konflik memasuki hari keenamnya, dan hanya beberapa jam setelah upaya untuk menghentikan serangan AS diblokir di Washington.

Pada hari Rabu, sebuah kapal selam AS menenggelamkan kapal perang Iran di lepas pantai Sri Lanka, menewaskan sedikitnya 80 orang, dan pertahanan udara NATO menghancurkan rudal balistik Iran yang ditembakkan ke arah Turki.

Baca Juga: Perang Timur Tengah Memanas, Kontrak Berjangka Wall Street Kembali Tertekan

Eskalasi ini terjadi ketika putra pemimpin tertinggi Iran yang telah tewas muncul sebagai kandidat terdepan untuk menggantikannya, menunjukkan bahwa Teheran tidak akan menyerah pada tekanan lima hari setelah AS dan Israel melancarkan kampanye militer yang telah menewaskan ratusan orang dan mengguncang pasar global.

Irak, produsen minyak mentah terbesar kedua di Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), telah memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari karena kurangnya fasilitas penyimpanan dan jalur ekspor, kata para pejabat kepada Reuters.

Qatar, produsen gas alam cair terbesar di Teluk, menyatakan keadaan kahar (force majeure) pada ekspor gas pada hari Rabu, dengan sumber-sumber mengatakan bahwa kembalinya volume produksi normal mungkin membutuhkan waktu setidaknya satu bulan.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×