kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Ancaman Tarif AS, India & Brasil Balas dengan Kenaikan Dagang


Minggu, 22 Februari 2026 / 18:05 WIB
Ancaman Tarif AS, India & Brasil Balas dengan Kenaikan Dagang
ILUSTRASI. Bendera India dan AS (Eduardo Munoz/REUTERS)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India dan Brasil sepakat menaikkan target perdagangan bilateral menjadi US$ 30 miliar pada 2030. Target baru ini naik signifikan dari sasaran sebelumnya US$ 20 miliar, di tengah tekanan kebijakan dagang Amerika Serikat (AS) dan ketidakpastian global yang kian menguat.

Melansir Reuters (22/2), kesepakatan dicapai dalam pertemuan Perdana Menteri Narendra Modi dan Presiden Luiz Inacio Lula da Silva di New Delhi, Sabtu (waktu setempat). Selain menaikkan target dagang, kedua negara meneken kerja sama di sektor mineral kritis dan rantai pasok baja dua komoditas strategis yang belakangan menjadi rebutan banyak negara.

Langkah ini tak lepas dari tekanan eksternal. India dan Brasil sama-sama terdampak tarif 50% dari pemerintahan AS salah satu yang tertinggi secara global. Keduanya juga mencermati putusan Supreme Court of the United States yang membatalkan kebijakan tarif luas Presiden Donald Trump. Namun, kedua pihak memilih menunggu arah kebijakan lanjutan dari Washington.

Di atas kertas, fondasi dagang kedua negara memang menguat. Perdagangan dua arah pada 2025 menembus US$ 15 miliar, naik 25% dibanding tahun sebelumnya. Meski begitu, angka tersebut masih relatif kecil dibanding potensi ekonomi gabungan dua negara berkembang besar tersebut. Artinya, target US$ 30 miliar dalam lima tahun ke depan menuntut akselerasi nyata, bukan sekadar pernyataan politik.

Baca Juga: Trump Terus Ancam Serang Iran, Tapi Pengamat Khawatirkan Efeknya Bagi AS

Modi mengatakan, Brasil sebagai mitra dagang terbesar India di Amerika Latin. Sementara Lula menekankan pentingnya memperkuat multilateralisme di tengah tren unilateralisme perdagangan. Keduanya juga mendorong perluasan perjanjian perdagangan preferensial (PTA) India–Mercosur, sebagai upaya memperluas akses pasar dan meredam risiko fragmentasi global.

Tak hanya dagang barang, kerja sama diperluas ke pertahanan, keamanan, energi, kesehatan, dan infrastruktur digital. Di sektor farmasi, India berjanji meningkatkan pasokan obat generik berharga terjangkau ke Brasil. Di sektor dirgantara, perusahaan Brasil Embraer didorong memperluas investasi di India, termasuk membuka fasilitas perawatan dan perbaikan (MRO).

Kedua negara juga memfinalisasi nota kesepahaman (MoU) terkait mineral tanah jarang dan mineral kritis komoditas kunci dalam transisi energi dan industri teknologi. Kerja sama ini bisa menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan pada pemasok dominan global.

Namun tantangannya tak ringan. Di tengah perlambatan ekonomi global, volatilitas geopolitik, dan perubahan arah kebijakan dagang AS, realisasi target perdagangan akan sangat bergantung pada implementasi konkret, perbaikan logistik, hingga kepastian regulasi.

Baca Juga: OpenAI dan Tata Group Menjalin Kerjasama Kembangkan AI di India

Selanjutnya: Mudik Lebaran 2026, Autopedia Sukses (ASLC) Bidik Peluang di Pasar Mobil Bekas

Menarik Dibaca: Promo Paket Bukber Burger King Hematnya Bikin Puasa Tenang, Mulai Rp 32 Ribuan


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×