kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Terjepit Tarif AS, India Cari Napas Lewat Lonjakan Ekspor ke China


Senin, 19 Januari 2026 / 22:05 WIB
Terjepit Tarif AS, India Cari Napas Lewat Lonjakan Ekspor ke China
ILUSTRASI. Rupee India (REUTERS/Priyanshu Singh)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India mulai menemukan pasar penyelamat baru di tengah tekanan dagang dari Amerika Serikat. Ekspor negeri Bollywood ke China melonjak tajam sepanjang 2025, didorong oleh peningkatan pengiriman komponen ponsel, produk elektronik, hingga bahan baku petrokimia.

Data pemerintah India menunjukkan, sepanjang April hingga Desember 2025, ekspor India ke China naik 36,68% menjadi US$ 14,25 miliar. Namun di sisi lain, impor dari China juga terus membengkak hingga mencapai US$ 95,95 miliar, menegaskan bahwa defisit perdagangan India dengan China masih sangat besar.

Kendati demikian, pemerintah India menilai tren ini tetap positif. Sekretaris Perdagangan India Rajesh Agrawal mengatakan, ekspor ke China sebelumnya sempat melemah, namun kini mulai bangkit seiring perubahan peta rantai pasok global.

“Penataan ulang rantai pasok dunia membantu India meningkatkan ekspor ke pasar China,” ujarnya, dalam laporan Straits Times, Senin (19/1).

Lonjakan ekspor ini terjadi di tengah memanasnya hubungan dagang India dengan Amerika Serikat. Pada 2025, Presiden AS Donald Trump menggandakan tarif impor barang India menjadi 50% sebagai sanksi atas pembelian minyak Rusia oleh New Delhi. Ancaman kenaikan tarif lanjutan pun masih membayangi.

Meski beberapa produk seperti elektronik dan farmasi masih mendapat pengecualian tarif, kekhawatiran tetap muncul jika India gagal mencapai kesepakatan dagang baru dengan Washington.

Baca Juga: Boleh Ditiru! Perbesar Portofolio Investasi di Emas, Investor Asia ini Cuan 167%

Elektronik dan Udang Jadi Bintang Baru

Laporan Global Trade Research Initiative (GTRI) mencatat, ekspor nafta India ke China melonjak 172% dan menembus US$ 1,4 miliar, mencerminkan kuatnya permintaan industri petrokimia China.

Yang lebih menarik, ekspor elektronik juga ikut melejit. Pengiriman komponen ponsel ke China naik 82% menjadi US$ 362 juta, sementara ekspor papan sirkuit (PCB) melonjak lebih dari 2.000% menjadi US$ 418 juta.

Kenaikan ini tak lepas dari makin besarnya peran India dalam rantai pasok elektronik global, seiring perusahaan seperti Apple memindahkan sebagian produksi dari China ke India. Dalam satu dekade terakhir, ekspor elektronik India melonjak delapan kali lipat menjadi US$ 38,56 miliar pada 2024–2025.

Ketua India Cellular and Electronics Association Pankaj Mohindroo menilai, China bisa menjadi pasar ekspor strategis bagi elektronik buatan India dalam 10 tahun ke depan. Ia bahkan menargetkan ekspor barang India bisa menembus US$ 100 miliar, dengan kontribusi elektronik US$ 20 – US$ 30 miliar.

Selain elektronik, ekspor udang ke China juga meningkat akibat terganggunya pasar Amerika Serikat. Namun, eksportir menilai China masih lebih banyak menyerap udang mentah, sementara AS biasanya membeli produk olahan bernilai tambah lebih tinggi.

Baca Juga: Eropa Murka! Ancaman Tarif Trump demi Greenland Picu Krisis Transatlantik

Selanjutnya: Ekonom Ungkap Proyek PLTSa Harusnya Tidak Dilaksanakan Danantara, Ini Alasannya

Menarik Dibaca: Prakiraan BMKG Cuaca Besok (20/1) di Jakarta Hujan Petir di Daerah Ini


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×