kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Trump Ancam TSMC Bakal Kena Pajak Hingga 100% Jika Tidak Segera Bangun Pabrik di AS


Rabu, 09 April 2025 / 11:05 WIB
ILUSTRASI. Presiden Donald tegskan bahwa Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) harus segera merealisasikan janji membangun pabrik di AS.


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - WASHINGON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa ia memberi tahu Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) untuk segera merealisasikan janji membangun pabrik di AS. 

Lebih lanjut, Trump bilang, jika tidak segera direalisasikan pembangunan pabrik tersebut maka TSMC akan membayar pajak hingga 100%.

Berbicara di acara Komite Kongres Nasional Partai Republik, Trump mengkritik pemerintahan mantan Presiden Joe Biden karena memberikan hibah sebesar US$ 6,6 miliar kepada unit TSMC di AS untuk produksi semikonduktor di Phoenix, Arizona. 

Trump mengatakan, perusahaan semikonduktor tidak membutuhkan uang tersebut.

Baca Juga: Korea Selatan Luncurkan Langkah Darurat untuk Industri Otomotif yang Kena Tarif AS

"TSMC, saya tidak memberi mereka uang... yang saya lakukan hanyalah mengatakan, jika Anda tidak membangun pabrik di sini, Anda akan membayar pajak yang besar," kata Trump.

Mengutip Reuters, TSMC menolak berkomentar.

Pada bulan Maret, TSMC, pembuat chip kontrak terbesar di dunia, mengatakan di Gedung Putih bahwa mereka berencana untuk melakukan investasi baru senilai US$ 100 miliar di AS yang mencakup pembangunan lima fasilitas chip tambahan dalam beberapa tahun mendatang.

Sebelumnya pada hari Selasa, Reuters melaporkan bahwa pembuat chip tersebut dapat menghadapi denda sebesar US$ 1 miliar atau lebih untuk menyelesaikan penyelidikan kontrol ekspor AS atas chip yang dibuatnya yang berakhir di dalam prosesor AI Huawei Technologies.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×