kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.905   19,00   0,11%
  • IDX 6.127   -19,86   -0,32%
  • KOMPAS100 790   -2,11   -0,27%
  • LQ45 605   -0,27   -0,04%
  • ISSI 214   -0,63   -0,29%
  • IDX30 336   0,16   0,05%
  • IDXHIDIV20 430   0,25   0,06%
  • IDX80 90   -0,24   -0,26%
  • IDXV30 117   0,29   0,25%
  • IDXQ30 110   0,18   0,16%

Trump Kembali Klaim Layak Raih Nobel Perdamaian 2026, Ini Alasannya


Kamis, 08 Oktober 2026 / 09:41 WIB
Trump Kembali Klaim Layak Raih Nobel Perdamaian 2026, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Donald Trump (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyatakan dirinya layak mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian 2026.

Namun, Trump mengaku ragu Komite Nobel Norwegia akan memberikan penghargaan tersebut kepadanya.

Melansir Reuters, Trump menyampaikan pernyataan tersebut pada Rabu (7/10/2026), menjelang pengumuman pemenang Nobel Perdamaian 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat (9/10).

Baca Juga: Mata Uang Asia Bergerak Terbatas Kamis (8/10), Rupiah Menguat Tipis

"Saya tidak tahu keputusan mereka. Mereka punya reputasi mungkin tidak memberikannya kepada orang-orang seperti saya," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Sejak kembali menjabat sebagai presiden AS pada tahun lalu, Trump berulang kali menyebut dirinya layak memperoleh penghargaan bergengsi tersebut.

Trump mengatakan dirinya pantas mendapatkan Nobel Perdamaian setelah mengklaim telah terlibat dalam upaya penyelesaian delapan konflik sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari tahun lalu.

"Sudah waktunya," ujar Trump.

Trump juga menyinggung penghargaan Nobel Perdamaian 2025 yang diterima pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado.

Pada Januari 2026, Machado memberikan medali Nobel miliknya kepada Trump ketika mencari dukungan AS untuk upayanya di Venezuela.

Sejumlah pemimpin negara, termasuk Kamboja, Israel dan Pakistan, juga menyatakan telah menominasikan Trump untuk Nobel Perdamaian. Namun, klaim tersebut tidak dapat diverifikasi secara independen.

Baca Juga: Indonesia Punya 3.833 Orang Superkaya, Terbanyak Kedua di Asia Tenggara

Klaim Trump Dipertanyakan

Sejumlah pihak yang terlibat dalam konflik yang diklaim telah diselesaikan Trump memperdebatkan peran diplomatik AS.

Di beberapa wilayah, pertempuran bahkan kembali pecah, termasuk di Republik Demokratik Kongo serta di perbatasan Kamboja dan Thailand.

Sementara itu, Trump belum berhasil mewujudkan penyelesaian perang Rusia-Ukraina. Sebelumnya, Trump berjanji mengakhiri perang tersebut pada hari pertama masa jabatan keduanya.

Konflik antara Iran dan Israel juga masih menjadi perhatian. Serangan AS dan Israel terhadap Iran telah memicu konflik yang berlangsung selama tujuh bulan, mengganggu pasokan energi global dan mendorong kenaikan harga gas menjelang pemilu paruh waktu AS pada November.

Komite Nobel Norwegia dijadwalkan mengumumkan penerima Nobel Perdamaian 2026 pada Jumat.

Sejumlah nama yang disebut sebagai kandidat antara lain Paus Leo, Mahkamah Pidana Internasional (ICC), serta pelapor khusus untuk wilayah Palestina.

Baca Juga: Peretas Bank Korea Selatan Diduga Gunakan AI ARTEX dan Claude




TERBARU

[X]
×