kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.541.000   10.000   0,40%
  • USD/IDR 18.174   21,00   0,12%
  • IDX 4.904   -192,54   -3,78%
  • KOMPAS100 629   -27,90   -4,25%
  • LQ45 497   -20,62   -3,98%
  • ISSI 164   -6,52   -3,83%
  • IDX30 280   -11,04   -3,79%
  • IDXHIDIV20 378   -13,42   -3,43%
  • IDX80 73   -3,14   -4,14%
  • IDXV30 105   -3,49   -3,20%
  • IDXQ30 94   -3,48   -3,57%

Trump Setop Bantuan US$ 4 Miliar ke Israel, Penjualan Senjata Tetap Berlanjut


Rabu, 04 November 2026 / 05:33 WIB
Trump Setop Bantuan US$ 4 Miliar ke Israel, Penjualan Senjata Tetap Berlanjut
ILUSTRASI. Pemilihan umum paruh waktu AS 2026 (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan akan menghentikan bantuan keuangan tahunan senilai sekitar US$ 4 miliar kepada Israel mulai akhir 2026.

Meski demikian, AS tetap akan menjual persenjataan kepada sekutu dekatnya di Timur Tengah tersebut.

Trump mengatakan keputusan itu telah disepakati bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu beberapa bulan lalu.

Menurut dia, Israel sudah tidak lagi membutuhkan dukungan keuangan sebesar itu dari Washington.

"Kami sudah sepakat bahwa pada akhir tahun ini kami tidak akan lagi membayar Israel," kata Trump dalam wawancara dengan Fox News, Selasa (3/11).

Baca Juga: Trump Sebut AS Setop Bantuan Militer untuk Israel Mulai Akhir 2026

Pernyataan tersebut menandai perubahan signifikan dalam hubungan keuangan dan militer AS-Israel.

Selama ini, Washington memberikan bantuan militer sekitar US$ 3,8 miliar per tahun berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang berlaku hingga September 2028.

Trump belum menjelaskan mekanisme penghentian bantuan tersebut, mengingat kesepakatan yang berlaku masih mencakup pendanaan hingga 2028. Selain itu, pencairan bantuan setiap tahun tetap membutuhkan persetujuan anggaran dari Kongres AS.

Keputusan Trump juga muncul di tengah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026. Isu bantuan militer kepada Israel belakangan menjadi beban politik bagi Partai Republik, seiring meningkatnya kritik masyarakat AS terhadap dukungan Washington kepada Israel, terutama setelah perang di Gaza.

Trump mengakui bahwa bantuan tersebut kerap digunakan kelompok Demokrat sayap kiri untuk menyerang Partai Republik.

Ia secara khusus menyebut Abdul El-Sayed, kandidat Demokrat dalam pemilihan Senat dari Michigan yang menentang bantuan militer tanpa syarat kepada Israel.

Baca Juga: Trump Buka Peluang Kesepakatan Dagang Baru AS-Kanada, Keystone XL Masuk Pembahasan

Survei Quinnipiac University pada Juni menunjukkan 48% pemilih AS menilai pemerintah terlalu mendukung Israel.

Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan 16% ketika pertanyaan yang sama diajukan pada 2017. Di kalangan pemilih Demokrat, proporsinya mencapai 66%, naik dari 20%.

Penurunan dukungan publik terhadap Israel turut memperbesar tekanan politik terhadap pemerintahan Trump. Bahkan, kritik terhadap dukungan AS kepada Israel juga mulai muncul dari sebagian pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA).

Meski demikian, pengumuman penghentian bantuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai koordinasi antara Washington dan Tel Aviv. Gadi Eisenkot, pemimpin blok oposisi Israel, mengkritik Netanyahu karena perubahan kebijakan strategis itu justru diketahui melalui pemberitaan media.

Sementara itu, anggota DPR AS dari Partai Republik Don Bacon juga mempertanyakan langkah Trump karena pemerintah Israel disebut tidak mengetahui keputusan tersebut sebelumnya.

Baca Juga: Demi Rakyat Palestina, Pelapor PBB Minta Indonesia Tinggalkan Ide Donald Trump

Di sisi lain, penghentian bantuan keuangan tidak serta-merta mengakhiri kerja sama pertahanan kedua negara. AS masih membuka jalur penjualan senjata kepada Israel.

Bahkan, DPR AS telah meloloskan ketentuan dalam rancangan undang-undang pertahanan 2027 untuk memperdalam kerja sama teknologi militer kedua negara.

Dengan demikian, kebijakan Trump berpotensi mengubah pola dukungan AS kepada Israel, dari bantuan keuangan langsung menuju kerja sama pertahanan dan penjualan persenjataan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×