kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ukraina Butuh US$ 750 Miliar untuk Rencana Pemulihan Akibat Invasi Rusia


Selasa, 05 Juli 2022 / 09:35 WIB
ILUSTRASI. Sekolah di Ukraina hancur setelah serangan misil dari Rusia


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - KYIV. Perdana Menteri Ukraina Denys Shmygal menyebutkan bahwa negaranya membutuhkan US$ 750 miliar untuk rencana pemulihan tiga tahap setelah invasi Rusia.

Denys Shmygal juga bilang kepada Konferensi Pemulihan Ukraina yang diselenggarakan oleh Swiss bahwa kerusakan langsung pada infrastruktur Ukraina dari invasi Rusia mencapai lebih dari US$100 miliar.

"Hari ini, kerugian infrastruktur langsung Ukraina mencapai lebih dari US$100 miliar. Siapa yang akan membayar rencana pembaruan, yang sudah bernilai $750 miliar?" ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (5/7).

Baca Juga: Ambil alih Lysychansk, Rusia Berhasil Mengendalikan Wilayah Luhansk Timur Ukraina

Shmygal menambahkan bahwa pemerintah Ukraina percaya bahwa sumber utama pendanaan untuk rencana pemulihan adalah aset yang disita dari oligarki Rusia.

Dalam rencana pemulihan Ukraina, bakal ada tiga fase yang dilakukan. Fase pertama akan berfokus pada perbaikan hal-hal yang penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat seperti pasokan air yang sedang berlangsung, komponen "pemulihan cepat" yang akan diluncurkan segera setelah pertempuran berakhir termasuk perumahan sementara, rumah sakit dan sekolah.




TERBARU

[X]
×