kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.008   -49,00   -0,27%
  • IDX 5.160   162,89   3,26%
  • KOMPAS100 661   29,64   4,70%
  • LQ45 515   26,16   5,35%
  • ISSI 177   4,39   2,55%
  • IDX30 289   16,11   5,89%
  • IDXHIDIV20 381   23,95   6,71%
  • IDX80 76   3,58   4,95%
  • IDXV30 106   5,65   5,61%
  • IDXQ30 96   6,14   6,85%

Ukraina Butuh US$ 750 Miliar untuk Rencana Pemulihan Akibat Invasi Rusia


Selasa, 05 Juli 2022 / 09:35 WIB
ILUSTRASI. Sekolah di Ukraina hancur setelah serangan misil dari Rusia


Reporter: Adrianus Octaviano, Adrianus Octaviano | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - KYIV. Perdana Menteri Ukraina Denys Shmygal menyebutkan bahwa negaranya membutuhkan US$ 750 miliar untuk rencana pemulihan tiga tahap setelah invasi Rusia.

Denys Shmygal juga bilang kepada Konferensi Pemulihan Ukraina yang diselenggarakan oleh Swiss bahwa kerusakan langsung pada infrastruktur Ukraina dari invasi Rusia mencapai lebih dari US$100 miliar.

"Hari ini, kerugian infrastruktur langsung Ukraina mencapai lebih dari US$100 miliar. Siapa yang akan membayar rencana pembaruan, yang sudah bernilai $750 miliar?" ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa (5/7).

Baca Juga: Ambil alih Lysychansk, Rusia Berhasil Mengendalikan Wilayah Luhansk Timur Ukraina

Shmygal menambahkan bahwa pemerintah Ukraina percaya bahwa sumber utama pendanaan untuk rencana pemulihan adalah aset yang disita dari oligarki Rusia.

Dalam rencana pemulihan Ukraina, bakal ada tiga fase yang dilakukan. Fase pertama akan berfokus pada perbaikan hal-hal yang penting bagi kehidupan sehari-hari masyarakat seperti pasokan air yang sedang berlangsung, komponen "pemulihan cepat" yang akan diluncurkan segera setelah pertempuran berakhir termasuk perumahan sementara, rumah sakit dan sekolah.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×