kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Utang Perusahaan AI Bikin Investor Waswas, CDS CoreWeave Tembus 1.100 Bps


Kamis, 15 Oktober 2026 / 22:55 WIB
Utang Perusahaan AI Bikin Investor Waswas, CDS CoreWeave Tembus 1.100 Bps
ILUSTRASI. Wall Street - Bursa AS (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Biaya lindung nilai terhadap risiko gagal bayar perusahaan teknologi melonjak ke level tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (15/10/2026). Investor bergegas mengantisipasi potensi tekanan kredit di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), terutama pada perusahaan operator pusat data yang memiliki beban utang besar seperti CoreWeave.

Data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih tinggi dari perkiraan, ditambah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga, memperbesar kekhawatiran investor. Pasar mulai mempertanyakan seberapa cepat investasi besar-besaran di bidang AI dapat menghasilkan keuntungan, serta kemampuan perusahaan berutang besar untuk memperoleh imbal hasil yang cukup guna membayar beban bunga yang terus meningkat.

Sinyal peringatan tersebut tercermin dari pergerakan credit default swap (CDS), instrumen yang digunakan investor untuk melindungi diri dari risiko gagal bayar.

Baca Juga: Simpanan Bank di India Cetak Rekor, Kenaikan Bunga dan Kredit Membayangi

Data S&P Global Market Intelligence menunjukkan, premi CDS bertenor lima tahun CoreWeave melonjak menembus 1.100 basis poin (bps). Sementara itu, imbal hasil obligasi perusahaan yang jatuh tempo pada 2031 sempat naik hingga 16% sebelum turun kembali ke kisaran 14%.

Perusahaan komputasi awan Oracle, yang juga memicu kekhawatiran investor akibat besarnya pinjaman, mencatat premi CDS mendekati 300 bps. Angka tersebut naik sekitar 31 bps sepanjang pekan ini. Premi CDS Nvidia, produsen cip asal Prancis-Italia STMicroelectronics, serta SpaceX yang menawarkan sejumlah layanan AI, juga meningkat tajam.

CoreWeave menjadi salah satu pusat perhatian pasar. Perusahaan neocloud yang masih merugi tersebut memiliki utang hampir US$ 50 miliar, berdasarkan data LSEG.

Direktur Riset XTB Kathleen Brooks mengatakan, CoreWeave mulai menjadi indikator penting untuk melihat arah investasi AI.

“CoreWeave dengan cepat menjadi burung kenari di tambang batu bara bagi perdagangan AI,” ujar Brooks.

Ia menambahkan, obligasi perusahaan tersebut mengalami aksi jual tajam. Menurutnya, kondisi itu mengindikasikan investor mulai kehilangan keyakinan terhadap narasi investasi AI, yang selama ini ditopang penerbitan utang dalam jumlah besar untuk membiayai ambisi pengembangan teknologi tersebut.

Lonjakan pendapatan pengembang AI Anthropic juga belum cukup meredakan kegelisahan pasar.

Seorang investor yang menghadiri pertemuan pra-IPO dengan jajaran pimpinan Anthropic di San Francisco pada Rabu (14/10/2026) mengatakan, pendapatan perusahaan pada kuartal III-2026 meningkat 45% dibandingkan kuartal sebelumnya menjadi US$ 16,8 miliar. Anthropic menargetkan valuasi sebesar US$ 2 triliun.

Pasar utang kian gelisah

Premi CDS mencerminkan jumlah basis poin yang harus dibayarkan untuk memperoleh perlindungan terhadap risiko gagal bayar. Semakin tinggi risiko kejadian kredit yang dipersepsikan investor, semakin lebar premi CDS yang diminta.

Baca Juga: Harga Emas Naik 1,3%, Investor Menanti Data PPI dan Penjualan Ritel AS

Untuk CoreWeave, premi CDS sebesar 1.000 bps mengindikasikan risiko gagal bayar dalam lima tahun ke depan sebesar 64%, meningkat dari sekitar 30% setahun lalu.

Pada awal pekan ini, Chief Executive Officer Broadcom Hock Tan bahkan membandingkan antusiasme investor terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan AI dengan “perjudian kasino”.

Tekanan juga terlihat pada saham CoreWeave. Pada Kamis, saham perusahaan tersebut kembali turun 2%, setelah anjlok 15% pada Rabu. Dengan demikian, hampir seperlima nilai pasar CoreWeave menguap hanya dalam dua hari perdagangan.

Sejak awal tahun, saham CoreWeave telah merosot 10%. Sebaliknya, saham pesaingnya, Nebius, yang tidak memiliki CDS yang diperdagangkan secara publik, telah melonjak sekitar 114%.

Data LSEG dan S&P Global Market Intelligence juga menunjukkan premi CDS Amazon, Alphabet, dan Meta diperdagangkan pada rekor tertinggi. Namun, kenaikannya berlangsung jauh lebih lambat dibandingkan Oracle dan CoreWeave.

Strategis Deutsche Bank Jim Reid mengatakan, kekhawatiran terhadap AI sebelumnya juga pernah memicu gejolak pasar yang cukup besar. Namun, menurutnya, investor kini perlu lebih memperhatikan pergerakan pasar kredit karena siklus belanja modal di sektor AI semakin dibiayai oleh utang, bukan semata-mata arus kas operasional.

“Biaya pembiayaan AI secara keseluruhan memang belum dramatis, tetapi terdapat sejumlah perkembangan yang mengkhawatirkan di beberapa bagian pasar,” ujar Reid.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×