kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.927   18,00   0,10%
  • IDX 5.943   17,05   0,29%
  • KOMPAS100 770   4,91   0,64%
  • LQ45 595   5,40   0,92%
  • ISSI 205   -0,19   -0,09%
  • IDX30 331   2,96   0,90%
  • IDXHIDIV20 424   2,54   0,60%
  • IDX80 88   0,63   0,72%
  • IDXV30 116   0,69   0,59%
  • IDXQ30 108   0,68   0,63%

Varian Delta dari India menggandakan risiko rawat inap Covid-19


Selasa, 15 Juni 2021 / 05:39 WIB
ILUSTRASI. Riset menunjukkan, varian Delta coronavirus menggandakan risiko rawat inap dibandingkan dengan varian dominan sebelumnya di Inggris.


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Sebuah penelitian di Skotlandia yang dirilis pada Senin (14/6/2021) menunjukkan, varian Delta coronavirus menggandakan risiko rawat inap dibandingkan dengan varian dominan sebelumnya di Inggris. Akan tetapi dua dosis vaksin masih memberikan perlindungan yang kuat terhadap varian ini.

Reuters memberitakan, hasil studi menunjukkan, terdapat bukti awal bahwa perlindungan dari vaksin terhadap varian Delta, yang pertama kali diidentifikasi di India, mungkin lebih rendah daripada efektivitasnya terhadap varian Alpha, yang pertama kali diidentifikasi di Kent, Inggris tenggara.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diperkirakan akan menunda pelaksanaan diakhirinya pembatasan Covid-19 di Inggris pada hari Senin. Hal ini menyusul peningkatan pesat dalam kasus varian Delta, yang juga lebih menular daripada varian Alpha. 

Studi yang diterbitkan dalam surat penelitian di Lancet, mengamati 19.543 kasus komunitas dan 377 kasus rawat inap di antara 5,4 juta orang di Skotlandia. Dari angka tersebut, 7.723 kasus dan 134 kasus rawat inap di antaranya ditemukan memiliki varian Delta.

Baca Juga: Siaga! Varian baru Covid-19 alfa, beta, dan delta ditemukan di Jakarta

Chris Robertson, Profesor Epidemiologi Kesehatan Masyarakat, Universitas Strathclyde, mengatakan bahwa menyesuaikan dengan usia dan komorbiditas, varian Delta secara kasar menggandakan risiko rawat inap, tetapi vaksin masih mengurangi risiko itu.

"Jika Anda dites positif, maka dua dosis vaksin atau satu dosis selama 28 hari secara kasar mengurangi risiko Anda dirawat di rumah sakit hingga 70%," katanya kepada wartawan.

Baca Juga: Corona di Jakarta Senin (14/6) melonjak 2.722 seiring masuknya varian covid India




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×