CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.015,18   6,97   0.69%
  • EMAS984.000 -0,10%
  • RD.SAHAM -1.86%
  • RD.CAMPURAN -0.70%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Vingroup berencana mendaftarkan unit bisnisnya untuk IPO di AS pada tahun 2022


Minggu, 05 Desember 2021 / 07:06 WIB
Vingroup berencana mendaftarkan unit bisnisnya untuk IPO di AS pada tahun 2022
ILUSTRASI. Pabrik mobil VinFast di Hai Phong City, Vietnam,


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konglomerasi besar Vietnam, Vingroup JSC berencana untuk mendaftarkan unit bisnis mobilnya, Vinfast, di pasar saham Amerika Serikat (AS) pada separuh kedua tahun depan. Dengan rencana initial public offering (IPO), Vinfast diperkirakan dapat mengumpulkan dana setidaknya sebesar US$ 3 miliar.

Rencana tersebut sejatinya sudah pernah diumumkan pada bulan lalu, namun perusahaan masih menyebut IPO itu rencana jangka panjang bagian dari rencana pengembangan mobil listrik. VinFast pun mengincar valuasi US$ 60 miliar setelah melantai di bursa AS.

Sementara itu, Vingroup juga telah mendirikan perusahaan induk yang berbasis di Singapura yang memiliki saham dalam operasi Vinfast di Vietnam untuk mendorong proses IPO.

"Perusahaan baru, VinFast Singapura, merupakan langkah untuk mengubah VinFast menjadi perusahaan global dan mempersiapkan IPO AS," kata perusahaan dikutip dari Reuters (5/12).

Baca Juga: Pastikan Hengkang dari New York, Saham Didi Rontok 20% Lebih dalam Sehari

Baca Juga: Harga Saham Grab Melonjak 18% Dalam Debut Pencatatan di Bursa Nasdaq Amerika Serikat

Sebelumnya, Reuters juga melaporkan, Vingroup sedang mencari dana sekitar US$ 1 miliar dari investor global untuk VinFast dalam penggalangan dana pra-IPO.

Sekadar informasi, VinFast sedang bertaruh besar di pasar AS, di mana perusahaan berharap SUV listrik akan cukup merayu konsumen untuk beralih dari Tesla dan General Motors.

Vingroup juga menargetkan penjualan kendaraan listrik global sebesar 42.000 unit di tahun depan. Target tersebut naik dari rencana sebelumnya, yang hanya sebesar 15.000.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×