kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.639.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.676   -107,00   -0,60%
  • IDX 6.668   72,11   1,09%
  • KOMPAS100 872   13,18   1,53%
  • LQ45 663   10,90   1,67%
  • ISSI 232   2,15   0,94%
  • IDX30 371   5,78   1,58%
  • IDXHIDIV20 459   8,65   1,92%
  • IDX80 100   1,57   1,60%
  • IDXV30 127   2,77   2,24%
  • IDXQ30 119   2,33   2,00%

Viral skullbreaker challenge di TikTok, jangan ditiru!


Sabtu, 15 Februari 2020 / 16:57 WIB
ILUSTRASI. Skullbreaker Challenge tengah viral di TikTok


Reporter: Handoyo | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Skullbreaker Challenge tengah viral di TikTok. Tantangan ini dilakukan oleh tiga orang yang awalnya berdiri sejajar. Setelah itu ketiganya melompat secara bersamaan. Saat itu rekan yang ada di samping kiri dan kanan menjegal kaki orang yang di tengah sehingga jatuh. 

Namun, sayangnya tantangan itu sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan cidera serius. Salah satunya menimpa seorang pelajar SMA di Miami, Florida. Mengutip dari NBC Miami, mahasiswa baru di SMA South Dade yang tidak ingin diidentifikasi, mengatakan dia diintimidasi oleh teman-temannya untuk melakukan tantangan skullbreaker.

Baca Juga: Dituduh menghapus postingan soal perlakuan China ke Muslim, Tik Tok minta maaf

"Saya melompat sangat tinggi, dan saya ingat mereka menendang saya," kata remaja itu. Akibatnya, dia dibawa ke rumah sakit. Seminggu kemudian, dia bilang dia masih kesakitan. 

"Aku bahkan tidak tahu apakah itu bisa dijelaskan, seberapa sakitnya," katanya. "Tidak hanya secara fisik, tetapi secara mental," tambahnya.

Pengacara remaja itu mengatakan pihak keluarga berniat melawan pihak sekolah ke jalur hukum karena telah membiarkan tantangan berbahaya yang sedang tren di media sosial.

Baca Juga: Heboh tabrakan asteroid, Senin lusa ada yang jauh lebih mepet ke bumi!

Sementarar, pihak sekolah telah memberikan sanksi kepada pelaku yang memaksa anak tersebut melakukan skullbreaker challenge.

Orang tua didesak untuk berbicara dengan anak-anak mereka tentang penggunaan media sosial yang bertanggung jawab, dan untuk mengingatkan mereka agar menghormati serta empati terhadap orang lain jauh lebih penting daripada tren online mana pun. 




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×