Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1447 H kepada umat Muslim.
Ucapan Idul Fitri 2026 itu disampaikan terutama kepada komunitas Muslim di Rusia yang dinilainya terus berkontribusi dalam pembangunan negara.
Dilansir dari Antara, Sabtu (21/3/2026), dalam pernyataan tertulis melalui Kedutaan Besar Rusia di Jakarta, ia menekankan bahwa Idul Fitri merupakan momen penting yang sarat makna spiritual.
Ia menyebut hari raya ini sebagai waktu ketika umat Islam menjunjung tinggi nilai-nilai kemurahan hati dan kasih sayang, serta mengingatkan pada nilai-nilai abadi Islam.
Putin juga menyoroti bagaimana umat Islam di Rusia tetap menjaga warisan leluhur dalam merayakan hari raya.
“Saya ingin menegaskan bahwa umat Islam Rusia menjunjung tinggi tradisi sejarah dan spiritual warisan para leluhur serta merayakan hari raya ini secara luas di tengah komunitas dan dalam lingkungan keluarga,” ucap Putin.
Baca Juga: Putin Tegaskan Dukungan Rusia Terhadap Iran di Tengah Krisis
Putin apresiasi komunitas Muslim di Rusia
Menurutnya, selama bulan Ramadan, umat Muslim di Rusia secara konsisten menggelar berbagai kegiatan berskala besar, mulai dari aksi sosial, budaya, hingga edukasi.
Kegiatan juga termasuk program khusus untuk anak-anak yang disebutnya sebagai tradisi positif.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi peran organisasi Muslim yang dinilai aktif memperkuat institusi keluarga, membina generasi muda, serta membangun hubungan yang harmonis dengan negara dan masyarakat.
Selain itu, komunitas Muslim juga disebut terus berperan dalam berbagai inisiatif patriotik, pendidikan, dan kemanusiaan.
Dalam pernyataannya, Putin turut memberikan penghargaan khusus kepada umat Islam yang berkontribusi dalam menjaga kedaulatan negara.
“Kata-kata penghargaan khusus saya sampaikan kepada para penganut Islam yang bahu-membahu bersama rekan-rekan seperjuangan membela kebebasan dan kemerdekaan Tanah Air,” tambahnya.
Baca Juga: Trump dan Putin Bahas Perang Iran, AS Pertimbangkan Longgarkan Sanksi Minyak Rusia













