kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Italia Melarang Konser Kanye West dan Travis Scott Karena Kekhawatiran Keamanan


Sabtu, 30 Mei 2026 / 16:27 WIB
Italia Melarang Konser Kanye West dan Travis Scott Karena Kekhawatiran Keamanan
ILUSTRASI. Italia melarang dua konser yang melibatkan rapper AS Kanye West dan Travis Scott yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli.(REUTERS/DANIEL COLE)


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - ROMA. Italia melarang dua konser yang melibatkan rapper AS Kanye West dan Travis Scott yang dijadwalkan berlangsung pada bulan Juli di kota Reggio Emilia di utara. 

Mengutip Reuters, Sabtu (30/5/2026), Prefek setempat, Salvatore Angieri, memerintahkan pembatalan karena kekhawatiran akan ketertiban umum dan keamanan, termasuk potensi protes. 

West, juga dikenal sebagai Ye, telah menghadapi gelombang pembatalan di seluruh Eropa musim panas ini setelah bertahun-tahun membuat pernyataan anti-Semit, termasuk pernyataan yang memuji Adolf Hitler dan merilis konten yang menggunakan citra Nazi.

Baca Juga: Kekuatan Militer China Bangkit, Pentagon Desak Sekutu Tingkatkan Anggaran Pertahanan

Sementara itu, Scott telah menghadapi pengawasan ketat terkait keselamatan di konsernya sejak insiden desak-desak penonton pada festival Astroworld di Houston tahun 2021 yang menewaskan 10 orang dan melukai ratusan lainnya.

Scott dijadwalkan tampil di "Pulse of Gaia Festival" pada 17 Juli di RCF Arena yang berkapasitas 103.000 kursi, dengan Ye dijadwalkan tampil pada hari berikutnya.

Angieri mengatakan keputusan itu diambil setelah permintaan dari kelompok konsumen CODACONS dan komunitas Yahudi di Modena dan Reggio Emilia, yang telah menyampaikan kekhawatiran khusus tentang Ye.

Pihak berwenang menyebutkan waktu yang berdekatan antara kedua pertunjukan dan tingginya jumlah penonton yang diperkirakan akan datang dalam waktu 24 jam sebagai faktor di balik larangan tersebut. Mereka juga menunjuk pada pembatalan konser Ye lainnya di Eropa dan "risiko nyata" protes. 

Pada bulan April, Inggris menolak masuknya Ye dengan alasan kehadirannya tidak akan bermanfaat bagi kepentingan umum. Kemudian pada bulan yang sama, ia juga menunda pertunjukan di Marseille setelah laporan bahwa pemerintah Prancis berusaha untuk memblokirnya, sementara konser di Polandia dan Swiss juga dibatalkan. 

Baca Juga: Delegasi Asia Pertanyakan Absennya China di Forum Pertahanan Shangri-La

Ye, yang telah meminta maaf atas pernyataan masa lalunya dan mengatakan bahwa pernyataan tersebut terkait dengan gangguan bipolar yang tidak diobati, terus tampil di negara-negara yang telah menyambutnya, dan dijadwalkan akan mengadakan konser di Istanbul pada hari Sabtu nanti. 

Ia juga akan mengadakan konser di Belanda bulan depan, setelah menteri migrasi negara tersebut mengatakan tidak ada dasar hukum untuk menolak masuknya dia.

Tidak ada komentar langsung dari Ye, Scott, atau penyelenggara acara di Italia.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×