kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penjualan Mobil Italia Naik Pesat pada April 2026


Selasa, 05 Mei 2026 / 17:30 WIB
Penjualan Mobil Italia Naik Pesat pada April 2026
ILUSTRASI. Diler Jeep di PIK (DOK/Indomobil)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - ROMA. Pasar otomotif Italia menunjukkan pemulihan yang solid pada April 2026. Penjualan mobil baru di negara tersebut tumbuh dua digit, ditopang peningkatan permintaan domestik serta agresivitas produsen lama maupun pemain baru asal China.

Dari laporan Reuters (5/5), data Kementerian Transportasi Italia pada Senin (4/5) menunjukkan registrasi mobil baru mencapai 155.210 unit pada April, naik 11,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga April 2026, penjualan mobil baru di Italia meningkat 9,8% secara tahunan menjadi 640.083 unit.

Produsen otomotif terbesar di pasar Italia, Stellantis, juga mencatat kinerja lebih baik dari rata-rata industri. Berdasarkan perhitungan Reuters, penjualan Stellantis pada April naik 14,4%.

Baca Juga: Italia Menolak Keras! Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia Picu Kontroversi

Grup yang membawahi merek Fiat, Jeep, Peugeot, serta usaha patungan dengan Leapmotor asal China itu menguasai 31,25% pangsa pasar Italia pada April.

Di sisi lain, pabrikan China terus memperbesar jejaknya di Eropa, termasuk di Italia. BYD membukukan lonjakan penjualan 171,7% secara tahunan menjadi 4.572 unit pada April.

Sementara itu, merek Omoda dan Jaecoo milik Chery mencatat kenaikan penjualan lebih tinggi lagi, yakni 310,8% menjadi 3.857 unit.

Kinerja tersebut menandakan persaingan di pasar otomotif Italia semakin ketat. Produsen tradisional Eropa kini tidak hanya menghadapi tantangan perlambatan ekonomi, tetapi juga tekanan dari merek China yang datang dengan model baru dan harga kompetitif.

Baca Juga: Utusan Trump Usul Italia Gantikan Iran di Piala Dunia, Picu Kontroversi


Tag


TERBARU

[X]
×