kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Italia Tolak Kirim Kapal ke Selat Hormuz Tanpa Mandat PBB


Rabu, 08 April 2026 / 19:15 WIB
Italia Tolak Kirim Kapal ke Selat Hormuz Tanpa Mandat PBB
ILUSTRASI. Pemerintah Italia tegaskan tak akan kirim kapal ke Selat Hormuz. Temukan syarat mengejutkan Italia untuk terlibat dalam misi pengamanan. (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah Italia menegaskan tidak akan mengirim kapal untuk membantu pengamanan Selat Hormuz pascagencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran, kecuali terdapat mandat resmi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini menyatakan langkah tersebut tidak masuk dalam agenda pemerintah saat ini. Ia menegaskan bahwa Italia hanya akan terlibat jika ada inisiatif yang dipimpin PBB.

“Ini tidak ada dalam agenda. Kami sudah menyatakan bahwa kami tidak akan mengirim kapal kecuali ada inisiatif dari PBB,” ujar Salvini kepada wartawan, Rabu (8/4/2026).

Baca Juga: Trump Ancam Tarif 50% bagi Negara Pemasok Senjata ke Iran

Dampak Perang terhadap Krisis Energi Global

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah memicu krisis energi global, setelah Teheran menutup sebagian besar akses di Selat Hormuz. Penutupan jalur strategis tersebut menyebabkan terhambatnya distribusi minyak dan gas dalam jumlah besar dari kawasan Teluk.

Dampaknya dirasakan luas, terutama di kawasan Eropa, termasuk Italia yang sangat bergantung pada impor energi. Gangguan pasokan ini mendorong sejumlah pihak di Eropa untuk mempertimbangkan kembali pembelian energi dari Rusia.

Wacana Energi Rusia dan Sikap Italia

Partai Liga yang dipimpin Salvini sempat mengusulkan agar Eropa membuka kembali impor energi dari Rusia, yang sebelumnya dihentikan akibat invasi Moskow ke Ukraina pada 2022.

Namun, Salvini kemudian melunakkan sikapnya. Ia menyatakan bahwa langkah tersebut belum memungkinkan selama konflik di Ukraina masih berlangsung.

Baca Juga: AS-Iran Sepakati Gencatan Senjata, Harga Energi Global Langsung Turun

“Saya berharap akan tiba saatnya kita bisa berbicara tentang rekonstruksi dan kerja sama, termasuk di bidang energi, setelah konflik dengan Rusia berakhir,” ujarnya.

Sikap Italia terhadap Operasi Militer AS

Sejalan dengan sejumlah sekutu di NATO, Italia juga menunjukkan kehati-hatian terhadap operasi militer Amerika Serikat di Iran. Pekan lalu, Italia bahkan menolak memberikan izin bagi pesawat militer AS untuk mendarat di pangkalan udara Sigonella di Sisilia dalam perjalanan menuju Timur Tengah.

Meski demikian, Salvini menepis spekulasi bahwa perbedaan pandangan antara Washington dan negara-negara Eropa dapat memicu penarikan pasukan AS dari kawasan Eropa.

“Saya tidak melihat adanya isu mendesak terkait penarikan pasukan NATO dari Eropa,” kata Salvini.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×