kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 18.057   23,00   0,13%
  • IDX 4.997   -188,50   -3,64%
  • KOMPAS100 631   -26,97   -4,10%
  • LQ45 488   -20,09   -3,95%
  • ISSI 172   -7,03   -3,92%
  • IDX30 273   -10,40   -3,67%
  • IDXHIDIV20 357   -9,37   -2,56%
  • IDX80 72   -3,02   -4,00%
  • IDXV30 101   -1,50   -1,47%
  • IDXQ30 90   -3,25   -3,49%

Volkswagen Bekukan Gaji Karyawan hingga 2030


Senin, 19 Oktober 2026 / 16:05 WIB
Volkswagen Bekukan Gaji Karyawan hingga 2030
ILUSTRASI. CHINA-ECONOMY-AUTO (AFP/CN-STR)


Sumber: Reuters | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID – WOLFSBUG. Volkswagen berencana membekukan gaji sekitar 660.000 karyawannya di seluruh dunia hingga 2030. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya produsen otomotif asal Jerman ini menekan biaya di tengah restrukturisasi bisnis yang tengah berjalan.

Laporan Reuters (19/10/2026), Dewan Pekerja Global Volkswagen mengungkapkan, pihaknya telah menerima informasi internal mengenai rencana dewan eksekutif perusahaan tersebut. Kabar ini sekaligus mengonfirmasi laporan surat kabar Jerman, Sueddeutsche Zeitung, yang lebih dulu memberitakan rencana pembekuan gaji pada Senin (19/10).

Meski demikian, Volkswagen belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana tersebut. Juru bicara perusahaan menyebut informasi yang beredar masih berupa spekulasi. Ia menambahkan, pembicaraan yang dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini akan menjadi forum untuk membahas berbagai usulan terkait biaya tenaga kerja.

Rencana pembekuan gaji itu mendapat penolakan dari perwakilan pekerja. Dewan pekerja menilai pendekatan manajemen tersebut tidak masuk akal dan memperkirakan usulan itu akan menghadapi perlawanan keras karena dinilai sangat sulit diterapkan.

Serikat pekerja Jerman, IG Metall, juga menegaskan bahwa penentuan gaji harus dilakukan melalui perundingan antara perusahaan dan pekerja, bukan diputuskan sepihak oleh manajemen.

Baca Juga: Euro Melemah, Rupiah Tertekan hingga Mendekati Level Terlemah dalam Tiga Bulan

"Di Volkswagen, penentuan gaji diputuskan di meja perundingan, bukan melalui dekrit dari dewan eksekutif," ujar juru bicara IG Metall.

Hubungan antara manajemen Volkswagen dan perwakilan pekerja memang semakin memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini terjadi seiring langkah Chief Executive Officer (CEO) Oliver Blume menjalankan restrukturisasi besar-besaran yang disebut sebagai salah satu langkah paling radikal dalam sejarah grup otomotif tersebut.

Mengutip laporan Sueddeutsche Zeitung yang merujuk pada dokumen internal perusahaan, pembekuan gaji berpotensi menggerus pendapatan riil karyawan hingga sekitar 10% akibat inflasi. Tanpa kenaikan gaji, daya beli pekerja berisiko melemah seiring kenaikan harga barang dan jasa.

Selain pembatasan kenaikan gaji, pedoman manajemen global yang mulai berlaku pada kuartal IV juga mencakup pemangkasan komponen gaji variabel, pembayaran khusus, dan tunjangan. Perusahaan juga berencana mengurangi jumlah tenaga kerja sebagai bagian dari langkah penghematan.

Rangkaian kebijakan tersebut menunjukkan besarnya tekanan yang dihadapi Volkswagen dalam menata ulang struktur biaya. Namun, rencana pembekuan gaji hingga 2030 berpotensi memperuncing perselisihan antara manajemen dan pekerja, terutama jika kebijakan tersebut dinilai membebani karyawan di tengah kenaikan biaya hidup.

Baca Juga: Produksi Industri dan Penjualan Ritel China Membaik, Investasi Masih Tertekan




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×