kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.888   -12,00   -0,07%
  • IDX 7.998   63,18   0,80%
  • KOMPAS100 1.128   11,06   0,99%
  • LQ45 819   2,93   0,36%
  • ISSI 282   4,14   1,49%
  • IDX30 426   0,23   0,05%
  • IDXHIDIV20 513   -2,20   -0,43%
  • IDX80 126   1,03   0,83%
  • IDXV30 139   0,00   0,00%
  • IDXQ30 139   -0,38   -0,27%

Waspada! WHO kerek risiko global atas virus corona jadi sangat tinggi


Selasa, 28 Januari 2020 / 20:08 WIB
Waspada! WHO kerek risiko global atas virus corona jadi sangat tinggi
ILUSTRASI. Logo Badan Kesehatan Dunia (WHO) di markas besarnya di Jenewa, Swiss, 22 November 2017.


Reporter: kompas.com | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Senin (27/1) lalu, mengakui ada kesalahan dalam penilaian risiko virus corona baru asal China yang mematikan.

Kesalahan ini terdapat dalam catatan kaki laporan WHO pada Kamis, Jumat, dan Sabtu pekan lalu. WHO menilai, risiko global akibat virus corona di China tergolong sedang.

Sedang pada Minggu (26/1) malam, dalam laporan situasi terbaru, badan PBB yang berbasis di Jenewa tersebut mengatakan, risiko virus corona baru sangat tinggi di China.

Baca Juga: Bendung virus corona, Hong Kong tangguhkan layanan kereta cepat dari China

Sementara risiko virus corona baru di tingkat regional dan global, WHO mengungkapkan, dalam status tinggi. Tapi, koreksi penilaian risiko global bukan berarti keadaan darurat kesehatan internasional berlaku.

Pada Kamis (23/1), WHO menyatakan, virus corona belum sebagai "darurat kesehatan masyarakat" yang menjadi perhatian internasional. Status langka itu yang hanya WHO gunakan untuk wabah terburuk yang bisa memicu tindakan global.

Virus corona baru pertama kali muncul di Kota Wuhan, China, pada 31 Desember lalu, yang kini telah menginfeksi lebih dari 4.193 orang di seluruh dunia dan menewaskan 106 lainnya di negeri tembok raksasa.

Melansir ScienceAlert, kesalahan penilaian WHO tersebut "cukup fatal". Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus saat ini sedang berada di China untuk membahas cara-cara mengatasi wabah.

Baca Juga: Susul Malaysia dan Filipina, Singapura setop visa untuk turis China




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×