WHO Angkat Bicara Soal Omicron XE, Ini Katanya

Jumat, 08 April 2022 | 06:51 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
WHO Angkat Bicara Soal Omicron XE, Ini Katanya

ILUSTRASI. WHO) mengatakan saat ini pihaknya sedang melacak varian Covid-19 rekombinan, termasuk hibrida XE. REUTERS/Pavel Mikheyev


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan saat ini pihaknya sedang melacak varian Covid-19 rekombinan, termasuk hibrida XE Omicron yang sedikit lebih mudah menular daripada induknya Omicron.

“Rekombinan akan muncul,” kata Babatunde Olowokure, direktur darurat Pasifik barat WHO kepada South China Morning Post. 

Dia menambahkan, hal tersebut terjadi ketika setidaknya dua jenis virus yang berbeda menginfeksi sel yang sama dan bertukar gen di antara mereka. Rekombinasi adalah umum di antara coronavirus dan sudah diprediksi kemunculannya.

“Kami terus memantau itu dan bagaimana mereka berkembang dan menyebar, terutama dalam hal apakah mereka lebih menular atau tidak,” urainya.

WHO juga menilai tingkat keparahan penyakit, dampak pada kinerja vaksin dan risiko infeksi ulang, katanya pada hari Kamis.

Baca Juga: Mengenal Varian Baru Omicron XE, Mulai Tingkat Penularan hingga Ciri-Ciri Gejala

Mengutip South China Morning Post, Badan Kesehatan secara global mengatakan varian rekombinan yang dilacak termasuk garis keturunan XD – kombinasi dari varian Delta dan Omicron – dan garis keturunan XE, yang merupakan hibrida dari subgaris keturunan Omicron BA.1 dan BA.2.

Perkiraan awal menunjukkan bahwa XE 10% lebih mudah menular daripada BA.2 yang dijuluki "siluman Omicron".

Menurut pembaruan mingguan Covid-19 WHO, yang diterbitkan pada hari Selasa, XD tidak lebih menular daripada varian lain yang beredar.

XE yang telah terdeteksi di Inggris, India dan Thailand, belum dilaporkan di wilayah Pasifik barat WHO, yang meliputi negara-negara kepulauan Pasifik, Australia, China daratan, Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan serta sebagian Asia Tenggara – tetapi tidak Thailand, yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara WHO.

Direktur regional Pasifik barat, Takeshi Kasai, mengatakan bahwa negara-negara harus terus memperkuat perencanaan Covid-19 mereka untuk menanggapi lonjakan dan mutasi, dan siap menghadapi pandemi di masa depan.

Baca Juga: Studi Baru: Penderita Covid-19 Punya Risiko Pembekuan Darah Serius hingga 6 Bulan

“Kemungkinan virus itu tidak akan hilang dalam waktu dekat,” katanya. “Itu akan terus bermutasi dan melonjak. Jadi bukan virusnya tetapi sistem yang secara berkelanjutan dapat mengendalikan lonjakan berulang Covid-19 sambil menghindari gangguan yang signifikan bagi masyarakat.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru