WHO: Kasus Cacar Monyet Banyak Ditemukan pada Pria yang Berhubungan Seks dengan Pria

Senin, 23 Mei 2022 | 07:25 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
WHO: Kasus Cacar Monyet Banyak Ditemukan pada Pria yang Berhubungan Seks dengan Pria

ILUSTRASI. Sejak 13 Mei 2022, kasus cacar monyet telah dilaporkan kepada WHO dari 12 negara anggota non-endemik. CDC/Handout via REUTERS.


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Sejak 13 Mei 2022, kasus cacar monyet telah dilaporkan kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dari 12 negara anggota yang tidak endemik virus cacar monyet, di tiga wilayah WHO. 

Dalam keterangan resmi WHO yang diterima Kontan, investigasi epidemiologis sedang berlangsung saat ini. Namun, kasus yang dilaporkan sejauh ini tidak memiliki hubungan perjalanan yang mapan ke daerah endemik. 

Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, kasus yang banyak terjadi telah diidentifikasi di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki yang mencari perawatan di perawatan primer dan klinik kesehatan seksual.

Data WHO menunjukkan, pada 21 Mei,  ada 92 kasus yang dikonfirmasi laboratorium, dan 28 kasus suspek cacar monyet dengan penyelidikan yang sedang berlangsung. 

Baca Juga: Virus Cacar Monyet Meluas ke 11 Negara, Ini Ciri-Ciri Gejalanya

Data ini dilaporkan ke WHO dari 12 Negara Anggota yang tidak endemik virus cacar monyet, di tiga wilayah WHO. Tidak ada kematian terkait yang dilaporkan hingga saat ini.

Adapun 12 negara tersebut adalah:

  1. Australia
  2. Belgium
  3. Kanada
  4. Prancis
  5. Jerman
  6. Italia
  7. Belanda
  8. Portugal
  9. Spanyol
  10. Swedia
  11. Inggris
  12. Amerika

Jumlah kasus cacar monyet terbanyak ada di Portugal, Spanyol dan Inggris sebanyak 21-30 kasus. Sementara, negara lainnya hanya ada 1-5 kasus saja. 

Kasus yang dilaporkan sejauh ini tidak memiliki hubungan perjalanan langsung ke daerah endemik. Berdasarkan informasi yang tersedia saat ini, kasus terutama -tetapi tidak secara eksklusif- telah diidentifikasi di antara laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki yang mencari perawatan di perawatan primer dan klinik kesehatan seksual.

Identifikasi kasus cacar monyet yang dikonfirmasi dan dicurigai tanpa hubungan perjalanan langsung ke daerah endemik merupakan peristiwa yang sangat tidak biasa. 

WHO memprediksi akan ada lebih banyak kasus di daerah non-endemik yang bakal dilaporkan. Informasi yang tersedia menunjukkan bahwa penularan dari manusia ke manusia terjadi di antara orang-orang yang kontak fisik dekat dengan kasus-kasus yang bergejala.

Baca Juga: Kasus Cacar Monyet Makin Menyebar di Benua Biru, Ini Analisa Para Ahli

Selain wabah baru ini, WHO terus menerima pembaruan status laporan berkelanjutan kasus cacar monyet melalui mekanisme pengawasan yang ditetapkan (Integrated Disease Surveillance and Response) untuk kasus-kasus di negara-negara endemik.

Adapun negara-negara endemik cacar monyet adalah: Benin, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Republik Demokratik Kongo, Gabon, Ghana (teridentifikasi pada hewan saja), Pantai Gading, Liberia, Nigeria, Republik Kongo, Sierra Leone, dan Sudan Selatan.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru