kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   13.000   0,51%
  • USD/IDR 18.189   15,00   0,08%
  • IDX 4.920   15,48   0,32%
  • KOMPAS100 632   2,75   0,44%
  • LQ45 501   3,97   0,80%
  • ISSI 163   -0,60   -0,36%
  • IDX30 283   2,68   0,96%
  • IDXHIDIV20 382   4,30   1,14%
  • IDX80 73   0,29   0,40%
  • IDXV30 106   0,87   0,82%
  • IDXQ30 95   1,13   1,20%

WHO minta negara kaya tak terburu-buru gunakan booster vaksin Covid-19


Sabtu, 21 Agustus 2021 / 08:45 WIB


Sumber: Channel News Asia | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - JENEWA. WHO akhirnya menegur negara-negara kaya yang memaksakan diri menggunakan booster vaksin Covid-19 untuk warganya, sementara masih banyak orang di negara-negara berpenghasilan rendah yang bahkan belum menerima satu dosis pun.

Berbicara di markas besarnya di Jenewa hari Rabu (18/8), WHO juga bersikeras tidak ada cukup bukti ilmiah bahwa booster diperlukan.

Memberikan penguat vaksin di tengah masih banyaknya negara yang kesulitan memberikan dosis pertama dianggap WHO sebagai tindakan yang tidak bermoral.

Baca Juga: Meski turun, angka kematian akibat COVID-19 di Indonesia tertinggi di dunia

"Kami berencana untuk membagikan jaket pelampung tambahan kepada orang-orang yang sudah memiliki jaket pelampung, sementara kami membiarkan orang lain tenggelam tanpa satu jaket pelampung," kata direktur darurat WHO Mike Ryan, seperti dikutip Channel News Asia.

Pernyataan tersebut keluar dari WHO sebelum perwakilan AS mengumumkan bahwa semua warganya yang telah divaksinasi penuh akan segera memenuhi syarat untuk menerima dosis tambahan.

Awal bulan ini, WHO menyerukan moratorium vaksinasi Covid-19 untuk membantu mengurangi ketimpangan drastis dalam distribusi dosis antara negara kaya dan miskin.

Bagi WHO, saat ini lebih penting untuk memberikan setidaknya satu dosis vaksin Covid-19 secara merata di seluruh dunia, termasuk di negara-negara dengan penghasilan rendah, daripada terburu-buru memberikan penguat.

"Yang jelas adalah sangat penting untuk mendapatkan dosis pertama ke dalam tubuh dan melindungi yang paling rentan sebelum booster diluncurkan," kata kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada konferensi pers hari Rabu.

Baca Juga: China kembali tolak permintaan WHO untuk teliti lagi asal-usul Covid-19




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×