CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.566   37,00   0,21%
  • IDX 6.589   -88,86   -1,33%
  • KOMPAS100 866   -10,49   -1,20%
  • LQ45 656   -8,27   -1,25%
  • ISSI 230   -3,63   -1,55%
  • IDX30 365   -4,62   -1,25%
  • IDXHIDIV20 452   -4,51   -0,99%
  • IDX80 99   -1,12   -1,12%
  • IDXV30 126   -0,86   -0,68%
  • IDXQ30 117   -1,27   -1,08%

WHO serukan moratorium booster vaksin COVID-19, ini alasannya


Rabu, 04 Agustus 2021 / 21:46 WIB
ILUSTRASI. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menghadiri konferensi pers tentang virus corona baru atau COVID-19 di Jenewa, Swiss, 24 Februari 2020. REUTERS/Denis Balibouse


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - JENEWA. Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO menyerukan moratorium booster vaksin COVID-19 hingga setidaknya akhir September nanti.

Langkah itu untuk memungkinkan setidaknya 10% dari populasi setiap negara divaksinasi, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pada Rabu (4 Agustus), seperti dikutip Reuters

"Saya memahami keprihatinan semua pemerintah untuk melindungi rakyatnya dari varian Delta. Tetapi, kami tidak bisa menerima negara-negara yang telah menggunakan sebagian besar pasokan vaksin global untuk menggunakan lebih banyak lagi," ujarnya.

Baca Juga: Peringatan WHO: Minggu ini, kasus COVID-19 global bisa melebihi 200 juta

Pekan lalu, Presiden Israel Isaac Herzog menerima suntikan ketiga vaksin virus corona, memulai kampanye untuk memberikan dosis booster kepada orang berusia di atas 60 tahun sebagai bagian dari upaya untuk memperlambat penyebaran varian Delta yang sangat menular.

Amerika Serikat pada Juli lalu menandatangani kesepakatan dengan Pfizer dan BioNTech untuk membeli 200 juta dosis vaksin COVID-19 tambahan untuk vaksinasi anak serta kemungkinan suntikan booster.

"Kita perlu fokus pada orang-orang yang paling rentan, paling berisiko terkena penyakit parah dan kematian, untuk mendapatkan dosis pertama dan kedua," kata Katherine O'Brien, Direktur Vaksin, Imunisasi, dan Biologi WHO, seperti dilansir Reuters.

Selanjutnya: WHO: Akan lebih banyak lagi varian lebih menular selama virus corona terus menyebar




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×