WHO: Subvarian Omicron Siluman Sudah Menyebar, Negara di Dunia Harus Melacaknya

Senin, 07 Februari 2022 | 08:19 WIB Sumber: NDTV,Bloomberg
WHO: Subvarian Omicron Siluman Sudah Menyebar, Negara di Dunia Harus Melacaknya

ILUSTRASI. WHO mengatakan negara harus mengurutkan lebih banyak sampel virus corona sehingga penyebarannya bisa ditekan.


KONTAN.CO.ID - JENEWA. Subvarian virus corona Omicron yang dikenal sebagai BA.2 atau subvarian siluman, telah ditemukan di seluruh Afrika. Oleh karenanya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), negara-negara harus mengurutkan lebih banyak sampel virus corona sehingga tingkat penyebarannya dapat ditentukan.

Melansir NDTV, menurut Nicksy Gumede-Moeletsi, seorang ahli virus di WHO mengatakan, sejauh ini, strain telah ditemukan di Senegal di Afrika Barat, Kenya di Afrika Timur dan Malawi, Botswana dan Afrika Selatan di Afrika selatan.

"Kami sedikit khawatir bahwa kami mungkin melewatkan beberapa BA.2 ini di beberapa sampel yang telah kami saring sebelumnya," katanya.

BA.2 cukup mengkhawatirkan para ilmuwan karena penelitian menunjukkan bahwa subvarian tersebut tampaknya lebih menular daripada strain Omicron asli, yang penemuannya diumumkan oleh Afrika Selatan dan Botswana pada bulan November.

Baca Juga: Inilah Gejala Varian Omicron yang Dirasakan Setelah Bangun Tidur, Catat!

Penelitian juga menunjukkan, saat seseorang terinfeksi ringan dengan salah satu dari dua jenis varian, hal itu mungkin tidak memberikan respon imun yang cukup kuat untuk melindungi terhadap infeksi omicron lainnya. 

Data awal dari infeksi BA.2 di Denmark dan Inggris menunjukkan bahwa jenis ini tidak menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Mengutip Bloomberg, WHO mengatakan minggu ini bahwa BA.2 tampaknya tidak lebih parah daripada varian omicron asli, berdasarkan bukti dari Denmark, di mana penyebarannya tidak menyebabkan lonjakan rawat inap yang tak terduga. 

Dalam mengumumkan berakhirnya pembatasan virus corona akhir bulan lalu, pemerintah Denmark menyatakan penyakit itu tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat, bahkan ketika kasus mencapai rekor tertinggi.

Baca Juga: Tanpa Menunggu Demam, Ini 2 Gejala Awal Varian Omicron yang Sangat Menular

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru