kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45770,67   6,06   0.79%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Xi Jinping: China akan perkuat langkah-langkah penanganan risiko infeksi impor corona


Kamis, 19 Maret 2020 / 08:38 WIB
Xi Jinping: China akan perkuat langkah-langkah penanganan risiko infeksi impor corona
ILUSTRASI. Presiden China Xi Jinping saat berkunjung ke Wuhan. Xie Huanchi/Xinhua via REUTERS

Sumber: People's Daily | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Presiden China Xi Jinping mengatakan, pihaknya akan memperkuat kerja sama internasional mengenai pengendalian epidemi virus corona baru dan terus memberikan bantuan sesuai kemampuannya kepada negara-negara yang terkena dampak epidemi.

Mengutip People's Daily, Xi membuat pernyataan ketika memimpin pertemuan Komite Tetap Biro Politik Komite Pusat CPC di mana para anggota menganalisis situasi epidemi di dalam dan luar negeri dan tantangannya terhadap pembangunan ekonomi.

Mengingat bahwa epidemi menyebar di seluruh dunia, Xi mengatakan bahwa China harus bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia, mengintensifkan analisis dan prediksi perkembangan epidemi global, meningkatkan langkah-langkah untuk menangani risiko infeksi impor dan memperkuat pertukaran dan kerja sama dengan negara lain.

Baca Juga: AS-China memanas lagi: Beijing usir jurnalis dari tiga media Amerika

Secara global, data WHO menunjukkan, pandemi telah menyebabkan 194.029 kasus infeksi pada hari Rabu.

Xi mengatakan situasi epidemi membaik di dalam negeri, tetapi China masih dihadapkan pada situasi baru, terutama penyebaran global virus serta dampak negatifnya terhadap ekonomi dunia.

"Pekerjaan pencegahan dan pengendalian harus diimplementasikan dengan tegas untuk menghindari pembalikan situasi epidemi yang meningkat dengan susah payah di Tiongkok," kata Xi seperti yang dikutip dari People's Daily.

Baca Juga: Editorial media China: Dunia harus belajar dari Tiongkok dalam melawan virus corona

Pertemuan itu juga menekankan perlunya meningkatkan mekanisme berbagi data, pengungkapan informasi dan inspeksi orang yang masuk ke China untuk mencegah infeksi impor.



TERBARU

[X]
×