Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - BEIJING. Presiden China Xi Jinping mendesak para pemimpin senior Partai Komunis untuk memperdalam pemberantasan korupsi di tubuh militer China. Xi Jinping juga meminta memajukan modernisasi pertahanan nasional.
"Laras senjata harus selalu mematuhi perintah partai," kata Xi pada sesi kelompok Politbiro, badan pembuat keputusan tertinggi China seperti dilaporkan kantor berita Xinhua yang dikutip Reuters, Jumat (31/7/2026).
Xi juga menyerukan pembentukan sistem militer yang cerdas, termasuk peningkatan penggunaan teknologi tanpa awak dan penggunaan sistem informasi siber yang lebih mendalam.
Xi menekankan bahwa dalam memajukan modernisasi pertahanan nasional dan angkatan bersenjata dengan kualitas tinggi, orientasi dan standar evaluasi mendasar selalu adalah efektivitas tempur.
Baca Juga: Aktivitas Pabrik di China Turun Pada Juli, Dipicu Lemahnya Permintaan
Pernyataan Xi dan sesi Politbiro tersebut disampaikan menjelang peringatan 99 tahun berdirinya Tentara Pembebasan Rakyat pada hari Sabtu.
Meskipun beberapa analis pertahanan dan atase militer mengatakan peringatan tersebut diperkirakan akan "relatif sederhana". Namun secara efektif akan menyoroti peringatan seratus tahun yang akan datang - tahun di mana Partai Komunis telah mendesak kemajuan lebih lanjut dalam modernisasi militer dan kesiapan tempur China.
Peringatan ini terjadi di tengah pembersihan korupsi militer yang sedang berlangsung yang menurut laporan dari pusat penelitian pertahanan terkemuka, Independent Institute of Strategic Studies yang berbasis di London, pada bulan Februari telah menghambat kesiapan tempur dan meninggalkan kekurangan serius dalam struktur komando PLA.
Pentagon mengatakan tahun lalu bahwa militer AS percaya para pemimpin China menginginkan militernya siap untuk memenangkan konflik atas Taiwan pada tahun 2027.
Penilaian yang lebih baru dari komunitas intelijen AS mengatakan Beijing saat ini tidak berencana untuk menyerang Taiwan pada tahun 2027, dan lebih memilih untuk mencapai kendali atas pulau itu tanpa menggunakan kekerasan.
China memandang Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai wilayahnya sendiri dan tidak pernah melepaskan penggunaan kekerasan untuk merebutnya, mengerahkan kapal dan pesawat militer di sekitar pulau itu setiap hari.
Baca Juga: PBOC Kembali Tekan Yuan, Kurs Tengah Dipatok Jauh di Bawah Estimasi Pasar













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
