Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – DETROIT. Partai Demokrat mencatatkan kemenangan penting dalam pemilihan anggota Senat Amerika Serikat (AS) setelah Abdul El-Sayed berhasil memenangkan kursi Senat dari Michigan pada Selasa (3/11/2026).
Berdasarkan proyeksi sejumlah media, El-Sayed menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat AS. Kemenangan tersebut sekaligus mempertahankan satu kursi penting bagi Demokrat dalam persaingan memperebutkan kendali mayoritas di Senat.
Kemenangan El-Sayed dalam pemilihan yang berlangsung ketat ini juga menjadi pencapaian bagi kelompok progresif di Partai Demokrat. Di sisi lain, hasil tersebut menggagalkan upaya Partai Republik untuk merebut kursi yang ditinggalkan Senator Demokrat Gary Peters yang tidak kembali mencalonkan diri.
Baca Juga: Melania Trump Raih Penghargaan Negara dari Ukraina atas Bantuan Kemanusiaan
El-Sayed, 42 tahun, merupakan mantan pejabat kesehatan masyarakat. Dalam kampanyenya, ia mengusung agenda penurunan biaya hidup bagi keluarga pekerja serta pengurangan pengaruh perusahaan besar dalam politik.
Salah satu program unggulannya adalah Medicare for All, yakni program layanan kesehatan universal yang dibiayai pemerintah dan selama ini menjadi salah satu agenda utama kelompok progresif di Partai Demokrat.
Sebelum pemilihan paruh waktu (midterm elections) pada Selasa, Partai Republik menguasai mayoritas 53 dari total 100 kursi Senat. Sementara itu, Partai Demokrat membutuhkan tambahan bersih empat kursi untuk mengambil alih kendali majelis tersebut.
Lawan El-Sayed, Mike Rogers, 63 tahun, merupakan mantan anggota Kongres dan agen FBI. Rogers memasuki persaingan dengan dukungan kuat dari Presiden Donald Trump dan Partai Republik di tingkat nasional.
Dalam kampanyenya, Rogers berupaya menggambarkan El-Sayed sebagai kandidat radikal yang bersimpati terhadap ekstremisme Islam. Ia menyinggung dugaan hubungan El-Sayed dengan Ikhwanul Muslimin atau Muslim Brotherhood.
Namun, El-Sayed membantah tuduhan tersebut dan hingga kini tidak terdapat bukti yang mendukung klaim itu. Partai Demokrat juga menilai serangan terhadap El-Sayed memanfaatkan stereotip bernuansa Islamofobia.
Baca Juga: Demokrat Menang Telak dalam Pemilu Sela AS, Saham Global Menguat dan Dolar Melemah
Rogers turut berupaya menarik dukungan pemilih Yahudi yang mungkin merasa keberatan dengan sikap El-Sayed terhadap konflik Israel-Palestina. El-Sayed diketahui menentang bantuan militer AS untuk Israel dan menyebut tindakan Israel di Gaza sebagai genosida.
Meski mendapatkan dukungan dari Trump dan sejumlah tokoh Partai Republik, Rogers kesulitan mengatasi kekhawatiran pemilih terhadap kondisi ekonomi serta rendahnya tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Trump.
Pada pekan-pekan terakhir menjelang pemilihan, Rogers bahkan mengambil sikap berbeda dengan Trump terkait perang di Iran dan perselisihan perdagangan AS dengan Kanada.
Ia berpendapat, mengakhiri kedua persoalan tersebut diperlukan untuk membantu menurunkan biaya yang ditanggung pelaku usaha maupun konsumen.











![[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_23102611123400.jpeg)
