Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap Abdul El-Sayed, kandidat senator dari Partai Demokrat di Michigan.
Dalam kampanye pada Minggu (25/10/2026), Trump mengaitkan El-Sayed dengan ekstremisme Muslim dan membandingkannya dengan pelaku serangan teroris 11 September 2001 atau 9/11.
Dalam kampanye yang berlangsung di Port Huron, Michigan, Trump menuding El-Sayed sebagai anggota kelompok Ikhwanul Muslimin atau Muslim Brotherhood dan menyebutnya sebagai seorang jihadis.
Baca Juga: Lula Salip Flavio Bolsonaro dalam Pilpres Brasil, Penghitungan Suara Capai 50%
Trump juga memperingatkan pendukungnya bahwa Partai Demokrat akan membuka jalan bagi teroris anti-Amerika untuk masuk ke AS.
"Saya di sini untuk mencegah seorang jihadis, anggota Muslim Brotherhood, menjadi senator Amerika Serikat," kata Trump di hadapan para pendukungnya.
Trump bahkan membandingkan upaya menolak El-Sayed melalui pemungutan suara dengan tindakan Todd Beamer dan penumpang lain yang melawan pembajak pesawat United Airlines Penerbangan 93 dalam serangan 11 September 2001.
"Setelah 25 tahun, Michigan perlu bangkit dan melawan, seperti yang dilakukan Todd, untuk menghentikan seorang jihadis masuk ke Gedung Capitol," ujar Trump.
El-Sayed menolak tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Dalam iklan kampanye baru-baru ini, ia juga membela keyakinan agamanya dengan menyatakan bahwa Washington justru membutuhkan lebih banyak keimanan.
El-Sayed lahir di Michigan. Jika terpilih, ia akan menjadi Muslim pertama yang menduduki kursi Senat AS. Namun, pencalonannya menjadi sasaran serangan politik dari Trump dan sejumlah politikus Partai Republik.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Terkoreksi, Brent Masih di Atas US$ 115 per Barel
Persaingan Senat Michigan memanas
Pemilihan senator di Michigan menjadi salah satu persaingan paling ketat menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026.
El-Sayed bersaing dengan mantan anggota DPR AS dari Partai Republik, Mike Rogers, untuk memperebutkan kursi Senat yang kosong.
Rogers sebelumnya juga menuding El-Sayed memiliki hubungan dengan Muslim Brotherhood, tetapi tidak menyertakan bukti atas tuduhan tersebut.
El-Sayed telah membantah berafiliasi dengan kelompok itu dan menyebut tindakan mempertanyakan kesetiaannya kepada AS sebagai sesuatu yang memalukan.
Meski menjadi lawan politik El-Sayed, Rogers menyatakan tidak sependapat dengan anggapan bahwa kandidat Demokrat tersebut merupakan teroris yang melakukan kekerasan.
"Saya tidak pernah menyebut dia teroris," kata Rogers dalam wawancara dengan NBC melalui program Meet the Press, Minggu.
Baca Juga: Makin Banyak Orang Kaya Dunia Pindahkan Emas Ke Negeri Tetangga, Ini Data & Alasannya
Namun, Rogers menilai El-Sayed belum memberikan jawaban yang memadai atas sejumlah pertanyaan mengenai tuduhan hubungan dengan kelompok tersebut.
Kampanye Trump di Michigan berlangsung sehari setelah mantan Presiden AS Barack Obama berkampanye untuk Partai Demokrat di negara bagian yang sama.
Dalam acara di Detroit, Sabtu (24/10/2026), Obama menilai serangan terhadap El-Sayed merupakan upaya untuk menggambarkannya sebagai sosok yang kurang Amerika dibandingkan lawan-lawannya.
Obama juga membandingkan situasi tersebut dengan pengalaman dirinya menghadapi tuduhan keliru mengenai tempat kelahirannya.
"Kita pernah melihat situasi seperti ini sebelumnya," kata Obama. "Saya pernah mengalaminya. Hal semacam ini tidak berhasil terhadap saya. Tidak di Michigan, dan tidak akan berhasil terhadap Abdul."
Baca Juga: Kimi Antonelli Menang di GP AS, Gelar Juara Dunia F1 Tinggal Butuh 2 Poin
Tarif Kanada turut menjadi isu kampanye
Selain isu agama dan identitas, kebijakan tarif AS terhadap Kanada juga menjadi perhatian dalam persaingan politik di Michigan. Ketegangan tarif kedua negara berdampak pada industri otomotif AS yang berpusat di Detroit.
Rogers berupaya mengambil jarak dari sebagian kebijakan tarif Trump, khususnya yang berkaitan dengan sektor otomotif.
Meski demikian, ia mengapresiasi kebijakan tersebut karena dinilai mendorong investasi manufaktur di Michigan oleh Chevrolet dan Detroit Diesel.
"Ada hal-hal baik dan ada pula yang perlu kita perbaiki," kata Rogers dalam wawancara dengan Meet the Press.
Ia menambahkan bahwa kebijakan tarif Kanada untuk sektor otomotif masih menjadi kekhawatirannya.
Baca Juga: Mbappe Borong Dua Gol, Real Madrid Tumbangkan Barcelona di Camp Nou.
Di sisi lain, Trump memuji Rogers dalam kampanye tersebut dan menyebutnya sebagai kandidat yang sempurna.
Persaingan di Michigan menjadi penting bagi kedua partai karena Partai Demokrat hanya perlu merebut sejumlah kecil kursi untuk mengubah keseimbangan kekuasaan di Kongres AS.
Partai Republik saat ini memegang mayoritas tipis di Senat dengan 53 kursi berbanding 47 kursi, serta di DPR dengan 218 kursi berbanding 214 kursi.














