Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Asian Development Bank (ADB) menyatakan kesiapan untuk menyalurkan bantuan darurat kepada negara-negara di kawasan Pasifik yang terdampak gejolak global, khususnya akibat perang di Timur Tengah yang memicu kelangkaan bahan bakar.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan tahunan ke-59 ADB yang digelar di kota bersejarah Samarkand, Uzbekistan. Presiden ADB, Masato Kanda, menegaskan bahwa negara-negara Pasifik menjadi salah satu kawasan yang paling rentan terhadap dampak konflik tersebut, sehingga membutuhkan dukungan cepat untuk memenuhi kebutuhan energi.
"Selain dukungan segera ini, kami siap membantu negara-negara Pasifik membangun ketahanan terhadap guncangan eksternal melalui diversifikasi sumber energi," ujar Kanda.
Baca Juga: Asia Siap Kuasai Mineral Kritis, ADB Buka Pendanaan Baru Bernilai Jumbo
Menurutnya, selain bantuan jangka pendek, ADB juga akan mendorong negara-negara Pasifik untuk memperkuat ketahanan terhadap guncangan eksternal dengan melakukan diversifikasi sumber energi.
Pada kesempatan yang sama, ADB juga meluncurkan program besar senilai US$70 miliar untuk memperluas infrastruktur energi dan digital di kawasan Asia-Pasifik hingga tahun 2035. Inisiatif ini diharapkan dapat memperkuat konektivitas serta mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang di tengah ketidakpastian global.
Namun demikian, prospek pertumbuhan ekonomi kawasan Pasifik diperkirakan melemah. Berdasarkan estimasi terbaru ADB, pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut diproyeksikan turun menjadi 2,8% pada 2026, dari 4,2% pada tahun sebelumnya.
Penurunan ini mencerminkan tekanan yang ditimbulkan oleh ketidakstabilan geopolitik global, termasuk dampak lanjutan dari konflik di Timur Tengah terhadap harga dan pasokan energi.













