kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.880   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Asia Siap Kuasai Mineral Kritis, ADB Buka Pendanaan Baru Bernilai Jumbo


Minggu, 03 Mei 2026 / 22:45 WIB
Asia Siap Kuasai Mineral Kritis, ADB Buka Pendanaan Baru Bernilai Jumbo
ILUSTRASI. Amman Mineral Internasional, AMMN (DOK/AMMN)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - SAMARKAND. Bank Pembangunan Asia alias Asian Development Bank (ADB) pada Minggu resmi meluncurkan skema pendanaan baru untuk membantu negara-negara di Asia dan Pasifik mengembangkan rantai pasok mineral kritis yang dibutuhkan untuk energi bersih, baterai, kendaraan listrik, dan teknologi digital.

Dalam pernyataannya, ADB menjelaskan bahwa skema ini akan mendukung negara-negara di kawasan dalam mempersiapkan proyek serta membiayai pembangunan infrastruktur untuk pengolahan, manufaktur, hingga daur ulang mineral kritis.

Presiden ADB Masato Kanda menegaskan bahwa Asia dan Pasifik tidak seharusnya hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi juga perlu memperoleh nilai tambah dari industri tersebut.

Baca Juga: ADB Luncurkan Program US$ 70 Miliar untuk Energi & Infrastruktur Digital Asia Pasifik

“Asia dan Pasifik seharusnya tidak hanya menjadi sumber bahan mentah. Kawasan ini juga harus mendapatkan lapangan kerja, teknologi, dan nilai tambah dari mineral tersebut,” ujar Kanda dalam pertemuan tahunan ADB di Samarkand, Uzbekistan.

Ia menambahkan bahwa fasilitas ini dirancang dengan prinsip urgensi dan keadilan, yakni membangun rantai pasok yang bertanggung jawab sejak sekarang agar negara-negara berkembang di kawasan dapat bersaing dalam industri manufaktur maju dan menciptakan peluang ekonomi di dalam negeri.

Dalam peluncuran ini, Korea Eximbank serta Korea Trade Insurance Corporation (K-SURE) menjadi mitra awal dengan masing-masing menandatangani nota kesepahaman senilai US$ 500 juta. Sementara itu, Jepang dan Inggris turut berkontribusi melalui dana hibah yang lebih kecil untuk mendukung tahap awal pengembangan proyek.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Asia-Pasifik dalam rantai nilai global, khususnya di sektor-sektor strategis berbasis energi bersih dan teknologi masa depan.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×