kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.780   -87,00   -0,49%
  • IDX 6.472   78,20   1,22%
  • KOMPAS100 838   12,71   1,54%
  • LQ45 636   8,25   1,31%
  • ISSI 228   3,10   1,38%
  • IDX30 354   3,37   0,96%
  • IDXHIDIV20 430   2,79   0,65%
  • IDX80 96   1,41   1,49%
  • IDXV30 120   0,40   0,34%
  • IDXQ30 112   0,93   0,84%

Ahli kesehatan ini kasih peringatan: Long Covid bisa menjadi pandemi dalam pandemi


Jumat, 19 Februari 2021 / 23:45 WIB


Sumber: Channel News Asia | Editor: S.S. Kurniawan

Sedikit yang diketahui tentang mengapa beberapa orang, setelah melalui fase akut Covid-19, menderita gejala yang berkelanjutan, termasuk kelelahan, kabut otak, serta gangguan jantung dan neurologis.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, dengan mengalihkan perhatian pada pandemi virus corona ke kampanye vaksinasi, "Long Covid tidak boleh jatuh melalui celah".

Menurut dia, dampak Long Covid pada masyarakat dan ekonomi mulai menjadi jelas. Dan untuk alasan itu, "orang mulai mendengarkan" di luar komunitas medis.

"Meski tingkat penelitian terus meningkat, itu masih belum cukup," katanya, Selasa (9/2), seperti dilansir Channel News Asia.

Maria Van Kerkhove, Technical Lead WHO untuk Covid-19, bilang, organisasinya terus mempelajari Long Covid. "Kami tahu bahwa lebih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan," katanya.

Selanjutnya: WHO mencatat 25 gejala virus corona baru, apa saja?




TERBARU

[X]
×