kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Ancaman Selat Hormuz Mereda, Harga Minyak Brent Tertekan 0,7% di Pekan Ini


Sabtu, 04 Juli 2026 / 06:42 WIB
Ancaman Selat Hormuz Mereda, Harga Minyak Brent Tertekan 0,7% di Pekan Ini
ILUSTRASI. Harga minyak Brent sedikit menguat di akhir pekan, namun melemah tipis 0,7% sepekan. Ini sejumlah sentimen yang mempengaruhinya (REUTERS/Eli Hartman)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak sedikit menguat di akhir pekan dan membuatnya bergerak tipis di pekan ini karena para pedagang tetap berharap akan keberhasilan upaya untuk mengamankan perdamaian antara AS dan Iran.

Jumat (3/7/2026), harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak pengiriman September 2026 ditutup naik 32 sen atau 0,44% menjadi US$ 72,12 per barel. Sementara harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) tidak ditutup karena perdagangan di Amerika Serikat (AS) sedang libur memperingati Hari Kemerdekaan yang jatuh pada 4 Juli 2026.

Dengan posisi ini, harga Brent melemah tipis 0,7% dalam sepekan.

Pada hari Kamis (2/7/2026), kedua patokan harga minyak mencapai level terendah sejak sebelum perang AS-Israel melawan Iran dimulai pada akhir Februari.

Baca Juga: Tesla Resmi Luncurkan Robotaxi di Miami

Harapan investor untuk pembukaan kembali penuh Selat Hormuz didukung oleh pembicaraan damai antara AS dan Iran, kata analis Commerzbank.

"Proses pembuatan kesepakatan AS-Iran tetap rapuh tetapi berlanjut untuk saat ini, karena pertanyaan tentang tarif dan administrasi Selat Hormuz tetap kontroversial," tulis analis Citi pada hari Jumat.

"Kami memperkirakan MoU (nota kesepahaman) akan tetap berlaku, bukan karena kepercayaan tiba-tiba muncul, tetapi karena insentif untuk membatalkannya sangat rendah bagi kedua belah pihak," kata analis Citi.

Beberapa pengiriman telah dilanjutkan melalui Selat Hormuz, —seperti yang diminta dalam kesepakatan awal AS-Iran— tetapi ketidakpastian tinggi setelah kedua negara saling melancarkan serangan akhir pekan lalu menyusul serangan Iran terhadap kapal kargo.

Dengan prospek dapat mengirimkan lebih banyak minyak, produsen Teluk berupaya meningkatkan produksi. Produksi OPEC pada bulan Juni meningkat —sebesar 3,3 juta barel per hari secara bulanan, menurut survei Reuters.

Produksi minyak Kuwait meningkat tajam menjadi 1,65 juta barel per hari pada bulan Juni, dari 580.000 barel per hari pada bulan Mei, kata sumber yang dekat dengan masalah tersebut kepada Reuters pada hari Kamis.

Setidaknya lima kapal tanker super yang membawa total 10 juta barel minyak Saudi telah meninggalkan Selat Hormuz dan Saudi Aramco telah beralih ke penetapan harga spot dari kontrak jangka panjang untuk mempercepat penjualan di Asia, menurut sumber perdagangan dan data pengiriman.

Baca Juga: Data AS Bawa Angin Segar, Bursa Saham Global Kompak Reli pada Jumat (3/7)

"Secara keseluruhan, pemulihan pasokan di Timur Tengah melampaui ekspektasi awal kami sementara permintaan impor yang tertekan oleh Tiongkok tetap lemah," kata Rory Johnston, pendiri buletin Commodity Context.

Seiring meningkatnya ketersediaan pasokan, struktur pasar telah berubah dari backwardation menjadi contango, yang mencerminkan penurunan ekspektasi kekurangan di masa depan.

Minyak mentah Brent untuk pengiriman segera diperdagangkan minggu ini di bawah kontrak untuk pengiriman hingga enam bulan ke depan, tanda terbaru bahwa peningkatan pengiriman melalui Selat Hormuz telah menyebabkan kelebihan pasokan jangka pendek.




TERBARU

[X]
×