kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Data AS Bawa Angin Segar, Bursa Saham Global Kompak Reli pada Jumat (3/7)


Jumat, 03 Juli 2026 / 20:10 WIB
Data AS Bawa Angin Segar, Bursa Saham Global Kompak Reli pada Jumat (3/7)
ILUSTRASI. Data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) (REUTERS/Brian Snyder)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Bursa saham global melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat (3/7/2026) setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan meredakan kekhawatiran pasar terhadap kenaikan suku bunga dalam waktu dekat oleh bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed).

Di saat yang sama, sejumlah indikator aktivitas bisnis di berbagai kawasan menunjukkan ekonomi global masih berekspansi sepanjang Juni.

Baca Juga: Rusia Buka Lowongan Operator Drone untuk Lindungi Langit Moskow, Tak Perlu Pengalaman

Indeks saham Eropa mencatat rekor tertinggi baru dan berada di jalur membukukan kenaikan mingguan terbesar dalam lebih dari satu bulan.

Indeks pan-Eropa STOXX 600 sempat menyentuh level tertinggi sepanjang masa di 651,77 sebelum stabil di 650,29. Sementara itu, indeks DAX Jerman naik 0,4%, indeks Prancis bergerak datar, sedangkan indeks Inggris turun 0,2%.

Secara global, indeks saham dunia MSCI All Country World Index menguat 0,4%.

Analis investasi AJ Bell Dan Coatsworth mengatakan, reli pasar Eropa didorong oleh penguatan saham sektor utilitas, industri, dan bahan baku.

"Pergerakan ini menunjukkan sentimen investor yang lebih positif. Namun, investor tetap perlu mencermati saham-saham teknologi AS yang mulai kehilangan momentum," ujarnya.

Baca Juga: Iran Mulai Tawarkan Minyak kepada Jepang, Pembeli Masih Menunggu Kepastian Sanksi AS

Bursa Asia Ikut Menguat

Di Asia, indeks KOSPI Korea Selatan sempat bergerak fluktuatif sebelum akhirnya ditutup melonjak sekitar 6%, didorong aksi beli pada saham-saham produsen chip yang sebelumnya terkoreksi tajam.

Sementara itu, data Purchasing Managers' Index (PMI) yang dirilis pada Jumat menunjukkan aktivitas bisnis di sejumlah negara Asia masih berada di zona ekspansi.

Sektor jasa Jepang kembali tumbuh pada Juni setelah sempat stagnan pada bulan sebelumnya.

Di China, aktivitas sektor jasa memang melambat tipis, namun permintaan dari luar negeri meningkat ke level tertinggi dalam 20 bulan terakhir.

Ekonom Capital Economics menilai data PMI tersebut masih menunjukkan momentum pertumbuhan ekonomi yang solid pada kuartal II 2026.

Baca Juga: Badai Tropis Maysak Lumpuhkan Transportasi di Hainan, China Siaga Hujan Ekstrem

Data Tenaga Kerja AS Redakan Kekhawatiran Pasar

Sentimen positif di pasar keuangan juga dipicu oleh data ketenagakerjaan AS yang dirilis sehari sebelumnya.

Laporan tersebut menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja AS melambat signifikan pada Juni, sementara data penciptaan lapangan kerja dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah.

Kondisi itu mengindikasikan pasar tenaga kerja mulai mendingin.

Data tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi bahwa The Fed akan segera menaikkan suku bunga.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan 15–16 September meningkat menjadi 46,8%, dibandingkan 35,8% sehari sebelumnya.

Meski demikian, risiko inflasi dinilai belum sepenuhnya mereda.

Kepala Ekonom Global TD Securities James Rossiter mengatakan, gangguan rantai pasok akibat penutupan Selat Hormuz selama konflik Iran sebelumnya masih berpotensi mendorong tekanan harga.

"Kapal-kapal harus mengubah rute pelayaran sehingga kapasitas pengiriman global berkurang. Dampaknya terhadap harga masih akan terasa di perekonomian dunia," ujarnya.

Baca Juga: Trump Desak Harga BBM Turun, Laba Exxon dan Chevron Diprediksi Melonjak

Dolar Melemah, Emas Menguat

Kontrak berjangka indeks saham AS tetap menguat meski pasar Wall Street tutup pada Jumat untuk memperingati Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Kontrak futures S&P 500 naik 0,3%, sedangkan Nasdaq menguat 1,1%.

Di pasar valuta asing, dolar AS bergerak stabil di kisaran 161 yen.

Pergerakan mata uang Jepang masih menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul laporan bahwa pemerintah Jepang menerapkan pendekatan baru dalam melakukan intervensi di pasar valuta asing.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama turun 0,2% ke level 100,76.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent relatif stabil di level US$ 71,75 per barel, sedangkan harga emas naik lebih dari 1,3% menjadi sekitar US$ 4.178 per ons troi.

Adapun di pasar aset kripto, Bitcoin menguat tipis 0,1% ke level US$ 62.090,78.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×