kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   40.000   1,50%
  • USD/IDR 16.993   76,00   0,45%
  • IDX 9.134   58,47   0,64%
  • KOMPAS100 1.263   7,36   0,59%
  • LQ45 893   3,69   0,41%
  • ISSI 334   4,00   1,21%
  • IDX30 455   2,66   0,59%
  • IDXHIDIV20 538   4,37   0,82%
  • IDX80 141   0,76   0,54%
  • IDXV30 149   1,74   1,18%
  • IDXQ30 146   0,65   0,45%

Bursa Saham Global Melemah Usai Ancaman Tarif Trump, Emas Jadi Aset Aman


Senin, 19 Januari 2026 / 21:53 WIB
Bursa Saham Global Melemah Usai Ancaman Tarif Trump, Emas Jadi Aset Aman
ILUSTRASI. EUROPE-STOCKS/ (REUTERS/Staff). Pasar saham global melemah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap negara-negara Eropa.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pasar saham global melemah pada awal pekan ini setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif tambahan terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencananya mengambil alih Greenland. 

Sentimen risiko meningkat, mendorong investor beralih ke aset aman seperti emas dan mata uang safe haven.

Di Eropa, indeks STOXX 600 turun 1,3%, sementara indeks utama di Frankfurt, Paris, dan London terkoreksi di kisaran 0,5% hingga 1,5%. Di Asia, indeks Nikkei Jepang melemah 0,7%, sedangkan indeks saham Asia Pasifik di luar Jepang relatif stabil. 

Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun lebih dari 1%, meski pasar saham AS tutup karena libur Martin Luther King Jr. Day.

Baca Juga: Bursa Saham India Merosot Usai Ancaman Tarif Trump Terkait Minyak Rusia

Trump menyatakan akan memberlakukan tarif tambahan sebesar 10% mulai 1 Februari atas impor dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris. 

Tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25% pada 1 Juni jika tidak tercapai kesepakatan terkait Greenland. Sejumlah negara Uni Eropa mengecam ancaman tersebut dan menilainya sebagai bentuk tekanan ekonomi.

“Pasar jelas merespons ancaman tarif yang baru,” kata Kepala Ekonom Forvis Mazars, George Lagarias.

Uni Eropa disebut memiliki opsi pembalasan, termasuk pengenaan tarif atas barang-barang AS senilai 93 miliar euro yang sebelumnya ditangguhkan, serta penggunaan instrumen anti-koersi yang dapat menyasar sektor jasa dan investasi. 

Isu ini juga diperkirakan membayangi pertemuan para pemimpin dunia di Forum Ekonomi Dunia di Davos.

Baca Juga: Bursa Asia Melemah Terseret Data Lemah China dan Tarif Trump Kamis (31/7)

Di pasar valuta asing, dolar AS justru melemah terhadap mata uang safe haven. Dolar turun 0,4% terhadap franc Swiss dan 0,1% terhadap yen Jepang. Sementara itu, euro menguat 0,3% ke level US$1,1631 dan pound sterling naik ke US$1,3408. Indeks dolar tercatat melemah tipis.

Harga emas kembali menguat tajam dan mencetak rekor baru di level US$4.689 per ons, sementara perak naik ke US$94,08 per ons. 

Sebaliknya, harga minyak terkoreksi karena kekhawatiran eskalasi perang dagang akan menekan pertumbuhan ekonomi dan permintaan energi global. Minyak Brent turun 0,8% ke US$63,64 per barel dan minyak mentah AS melemah 0,7% ke US$59,03 per barel.

Baca Juga: Dolar Perkasa Jumat (9/1), Bursa Asia Tertekan di Tengah Risiko Tarif Trump

Dari Asia, saham unggulan China relatif stabil meski data menunjukkan pertumbuhan ekonomi melambat menjadi 4,5% pada kuartal IV. Kinerja industri terbantu oleh ekspor, namun lemahnya penjualan ritel menegaskan masih rapuhnya permintaan domestik.

Selanjutnya: Persiapan Usia Pensiun, Ini Strategi Yang Bisa Dilakukan Investor

Menarik Dibaca: Prakiraan BMKG Cuaca Besok (20/1) di Jakarta Hujan Petir di Daerah Ini




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×