kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.045.000   -77.000   -2,47%
  • USD/IDR 16.919   17,00   0,10%
  • IDX 7.577   -362,70   -4,57%
  • KOMPAS100 1.058   -52,77   -4,75%
  • LQ45 772   -33,15   -4,11%
  • ISSI 268   -15,46   -5,46%
  • IDX30 410   -16,83   -3,94%
  • IDXHIDIV20 502   -16,39   -3,16%
  • IDX80 119   -5,62   -4,51%
  • IDXV30 136   -4,86   -3,45%
  • IDXQ30 132   -4,99   -3,63%

Harga Minyak Melonjak 3% Imbas Konflik Iran, Pasokan Timur Tengah Terganggu


Rabu, 04 Maret 2026 / 14:58 WIB
Harga Minyak Melonjak 3% Imbas Konflik Iran, Pasokan Timur Tengah Terganggu


Sumber: Thomson Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia melonjak sekitar 3% pada Rabu (4/3/2026) seiring meningkatnya ketegangan geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang mengganggu pasokan energi dari Timur Tengah. 

Kenaikan harga terjadi meski lajunya mulai melambat setelah AS mewacanakan pengamanan jalur pelayaran minyak di kawasan strategis.

Minyak Brent naik US$ 2,67 atau 3,3% ke level US$ 84,07 per barel pada pukul 06.59 waktu setempat, tertinggi sejak Januari 2025. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat US$ 2,24 atau 3% ke US$ 76,80 per barel, mendekati level tertinggi sejak Juni. Dalam dua sesi terakhir, kedua acuan harga tersebut telah melonjak sekitar 5%.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Melemah Tipis: Imbas Konflik Rusia-Ukraina & Timur Tengah

Analis senior pasar dari OANDA, Kelvin Wong, menegaskan konflik Iran-AS menjadi pendorong utama harga minyak dalam jangka pendek. "Selama belum ada tanda de-eskalasi yang jelas, tren kenaikan harga masih sulit dibendung," ujarnya.

Ketegangan meningkat setelah pasukan Israel dan AS melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran. Sebagai respons, Iran dilaporkan menyerang infrastruktur energi di kawasan yang menyumbang hampir sepertiga produksi minyak global.

Dari sisi pasokan, Irak, produsen minyak terbesar kedua di OPEC, memangkas produksi hampir 1,5 juta barel per hari akibat keterbatasan penyimpanan dan terhambatnya jalur ekspor. 

Pemerintah Irak bahkan memperingatkan potensi penghentian total produksi hampir 3 juta barel per hari jika ekspor tak segera pulih.

Baca Juga: Harga Emas Menguat di Tengah Kekhawatiran Konflik Berkepanjangan di Timur Tengah

Situasi kian genting setelah Iran menargetkan kapal tanker di Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% perdagangan minyak dan gas alam cair dunia. Hingga kini, lalu lintas di selat tersebut dilaporkan praktis tertutup.

Presiden AS Donald Trump menyatakan Angkatan Laut AS siap mengawal kapal tanker minyak jika diperlukan. Ia juga memerintahkan lembaga pembiayaan pemerintah AS untuk menyediakan asuransi risiko politik dan jaminan keuangan bagi perdagangan maritim di Teluk.

Langkah ini dinilai positif, namun belum cukup cepat meredam kekhawatiran pasar. Analis ING menilai pengawalan laut memang membantu, tetapi implementasinya membutuhkan waktu sehingga dampaknya terhadap harga masih terbatas.

Upaya mitigasi juga belum mengubah tren kenaikan harga. Wong menilai langkah AS menjaga Selat Hormuz tetap terbuka belum memicu pembalikan arah pasar. Ia menambahkan, harga WTI masih bertahan di level penopang jangka pendek US$ 73,40 sampai US$ 70,70 per barel.

Di tengah ketidakpastian, sejumlah negara dan perusahaan mulai mencari alternatif pasokan dan rute distribusi. 

Baca Juga: Harga Minyak Turun 1% Usai Iran Buka Peluang Kesepakatan Nuklir dengan AS

India dan Indonesia menyatakan tengah menjajaki sumber energi lain, sementara beberapa kilang di China memilih menghentikan operasi atau mempercepat jadwal perawatan.

Dari AS, data sementara menunjukkan stok minyak mentah naik 5,6 juta barel pekan lalu, jauh di atas perkiraan analis sebesar 2,3 juta barel. Data resmi pemerintah AS dijadwalkan rilis pada Rabu waktu setempat.




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×