kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Harga Minyak Anjlok Imbas Kekhawatiran Kelebihan Pasokan


Rabu, 19 November 2025 / 19:27 WIB
Harga Minyak Anjlok Imbas Kekhawatiran Kelebihan Pasokan
ILUSTRASI. Harga minyak turun pada Rabu (19/11/2025)karena persediaan minyak mentah yang lebih tinggi di AS memperkuat kekhawatiran kelebihan pasokan.REUTERS/Alexander Manzyuk/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga minyak turun pada Rabu (19/11/2025)karena persediaan minyak mentah yang lebih tinggi di AS memperkuat kekhawatiran kelebihan pasokan. Tetapi penurunan tersebut dibatasi oleh pasar bahan bakar yang lebih ketat akibat serangan terhadap infrastruktur minyak Rusia.

Mengutip Reuters, Harga minyak mentah Brent berjangka turun 71 sen, atau 1%, menjadi US$ 64,18 per barel pada pukul 11.11 GMT, setelah naik 1,1% pada sesi sebelumnya.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS turun 63 sen, atau 1%, menjadi US$ 60,11 per barel, setelah naik 1,4% pada hari Selasa.

Stok minyak mentah AS naik 4,45 juta barel dalam pekan yang berakhir 14 November, sementara persediaan bensin naik 1,55 juta barel dan persediaan distilat naik 577.000 barel, ungkap sumber pasar pada Selasa malam, mengutip data dari American Petroleum Institute.

Baca Juga: ETF Bitcoin Alami Arus Keluar Nyaris US$3 Miliar pada November, BlackRock Terbesar

"Secara keseluruhan, laporan tersebut relatif bearish," kata ahli strategi komoditas ING, meskipun mereka memperingatkan: "Pelaku pasar tampaknya lebih khawatir tentang risiko pasokan daripada kemungkinan surplus di masa mendatang."

Harga minyak naik pada hari Selasa karena pasar diesel yang lebih ketat akibat penurunan ekspor Rusia, kata analis PVM John Evans.

Sanksi AS terhadap Rosneft dan Lukoil menetapkan batas waktu 21 November bagi perusahaan-perusahaan untuk mengakhiri kerja sama mereka dengan produsen-produsen utama Rusia.

Pada hari Senin, Departemen Keuangan AS mengatakan sanksi tersebut, yang telah menekan pendapatan minyak Rusia, diperkirakan akan mengekang volume ekspornya. Pembeli minyak mentah di China dan India telah mulai beralih ke pemasok alternatif.

Baca Juga: Harga Emas Menguat di Tengah Sentimen Risk Off Menjelang Rilis Risalah Rapat The Fed

Kekhawatiran tentang pasokan Rusia sedang dipertimbangkan dibandingkan dengan proyeksi analis bahwa produksi minyak melebihi permintaan saat ini, yang telah menekan harga.

Setelah serangan Ukraina terhadap infrastruktur energi dan pelabuhan Rusia, margin keuntungan bahan bakar diesel melonjak di Eropa, mencapai level tertinggi pada hari Selasa sejak September 2023, di tengah peningkatan margin kilang secara global.

Data inventaris resmi pemerintah AS akan dirilis pada hari Rabu. Delapan analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa inventaris minyak mentah kemungkinan akan turun rata-rata sekitar 600.000 barel dalam pekan hingga 14 November.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×