Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia bergerak stabil pada perdagangan Selasa (2/6/2026), seiring pelaku pasar mencermati perkembangan terbaru negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga.
Mengutip Reuters, harga emas spot tercatat tidak berubah di level US$ 4.484,49 per ons troi pada pukul 00.48 GMT.
Sementara itu, kontrak emas berjangka AS menguat tipis 0,2% ke level US$ 4.514,30 per ons troi.
Baca Juga: Bursa Asia Lesu Selasa (2/6), Ketidakpastian Perundingan AS-Iran Jadi Sorotan
Pergerakan emas cenderung terbatas setelah Lebanon pada Senin (1/6) mengumumkan gencatan senjata parsial antara kelompok Hezbollah dan Israel.
Kesepakatan tersebut dinilai sebagai langkah deeskalasi terbatas di tengah konflik yang telah menewaskan ribuan orang dan memperluas ketegangan kawasan yang melibatkan Iran.
Meski demikian, ketidakpastian masih membayangi pasar. Media pemerintah Iran sebelumnya melaporkan bahwa Teheran menghentikan perundingan tidak langsung dengan Washington dan mempertimbangkan untuk mengakhiri gencatan senjata yang sebagian besar masih bertahan sejak awal April.
Iran menyebut konflik yang masih berlangsung di Lebanon sebagai salah satu alasan utama.
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran masih terus berlangsung dan berjalan dengan cepat. Pernyataan yang saling bertentangan dari kedua pihak membuat investor memilih bersikap hati-hati.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Bertahan di Level Tinggi Selasa (2/6) Pagi, Brent ke US$ 95,04
Pasar Menanti Data Ketenagakerjaan AS
Selain perkembangan geopolitik, perhatian investor juga tertuju pada sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat yang akan dirilis pekan ini.
Pelaku pasar menunggu data non-farm payrolls (NFP) dan laporan ketenagakerjaan AS yang dinilai dapat memberikan gambaran mengenai ketahanan pasar tenaga kerja di tengah meningkatnya tekanan inflasi akibat konflik Timur Tengah.
Data tersebut menjadi krusial karena dapat memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Investor juga akan mencermati pidato sejumlah pejabat The Fed, termasuk Presiden Federal Reserve Cleveland, Beth Hammack, dan Gubernur Federal Reserve, Michael Barr, untuk mencari petunjuk mengenai prospek suku bunga ke depan.
Konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi global telah meningkatkan kekhawatiran bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama.
Kondisi tersebut berpotensi membuat The Fed mempertahankan kebijakan moneter yang ketat atau bahkan mempertimbangkan kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Baca Juga: Dolar AS Stabil Selasa (2/6), Menanti Perkembangan Negosiasi Perdamaian Timur Tengah
Kepemilikan ETF Emas Menurun
Di pasar investasi, minat terhadap emas melalui instrumen exchange-traded fund (ETF) menunjukkan sedikit pelemahan.
Pengelola ETF emas terbesar di dunia, SPDR Gold Trust, melaporkan kepemilikan emasnya turun 0,3% menjadi 938,03 ton metrik pada Jumat lalu.
Sementara itu, logam mulia lainnya bergerak bervariasi. Harga perak spot naik 0,2% menjadi US$ 74,92 per ons troi.
Platinum menguat 0,3% ke level US$ 1.928,65 per ons troi, sedangkan paladium turun 0,2% menjadi US$ 1.359,25 per ons troi.
Analis menilai arah pergerakan emas dalam jangka pendek masih akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan negosiasi AS-Iran, kondisi geopolitik di Timur Tengah, serta data ekonomi AS yang akan menentukan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.













