kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Rusia Buka Lowongan Operator Drone untuk Lindungi Langit Moskow, Tak Perlu Pengalaman


Jumat, 03 Juli 2026 / 19:50 WIB
Rusia Buka Lowongan Operator Drone untuk Lindungi Langit Moskow, Tak Perlu Pengalaman
ILUSTRASI. Rusia mencari operator drone sukarelawan tanpa pengalaman untuk Moskow. Namun, gaji 150.000 rubel dinilai tak kompetitif. (via REUTERS/UKRAINIAN ARMED FORCES)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Rusia membuka peluang bagi masyarakat untuk bergabung sebagai operator drone guna memperkuat sistem pertahanan udara di atas ibu kota Moskow. Menariknya, lowongan tersebut tidak mensyaratkan pengalaman kerja sebelumnya.

Lowongan itu dipasang melalui HeadHunter, situs pencarian kerja terbesar di Rusia. Dalam iklan tersebut disebutkan bahwa para kandidat akan direkrut untuk bergabung dengan unit sukarelawan Combat Army Reserve Force, yang bertugas menjaga keamanan ibu kota dengan memanfaatkan teknologi modern dan sistem pengawasan canggih.

Dalam deskripsi pekerjaan, pihak perekrut menyatakan, "Anda akan bekerja dengan peralatan berteknologi tinggi yang dirancang untuk melindungi lingkungan perkotaan."

Tugas yang ditawarkan mencakup persiapan sebelum penerbangan, pengoperasian drone, menjalankan misi pengintaian, hingga "melakukan penerbangan untuk mengumpulkan data, baik pada siang maupun malam hari."

Baca Juga: Iran Mulai Tawarkan Minyak kepada Jepang, Pembeli Masih Menunggu Kepastian Sanksi AS

Persyaratan yang dibutuhkan pun relatif sederhana. Pelamar hanya diwajibkan memiliki kemampuan teknis dasar serta kemauan untuk mengembangkan kemampuan di bidang tersebut.

Meski demikian, besaran gaji yang ditawarkan dinilai kurang kompetitif. Operator drone akan memperoleh gaji mulai dari 150.000 rubel atau sekitar US$1.950 per bulan. Nilai tersebut masih berada di bawah rata-rata pendapatan bulanan di Moskow yang mencapai lebih dari 200.000 rubel.

Dalam kolom ulasan perusahaan, seorang pengguna dengan nama "Lead Inspector" memberikan penilaian positif terhadap lingkungan kerja yang ditawarkan.

Ia menuliskan, "Tim yang sangat solid dan kompak. Tersedia banyak peluang untuk berkembang, budaya kerja yang positif, kesempatan memilih pekerjaan yang sesuai dengan minat, serta dukungan dari manajemen. Gaji didasarkan pada kinerja sehingga Anda dapat meningkatkan penghasilan."

Reuters tidak dapat memastikan kapan lowongan tersebut pertama kali dipublikasikan. Namun, iklan tersebut diketahui terakhir diperbarui pada 1 Juli.

Baca Juga: Australia Bidik Sejarah Baru saat Hadapi Mesir di Babak 16 Besar Piala Dunia

Respons atas meningkatnya serangan drone Ukraina

Pembukaan lowongan ini muncul di tengah meningkatnya intensitas serangan drone Ukraina ke wilayah Moskow.

Sepanjang Juni lalu, Ukraina meningkatkan serangan menggunakan pesawat nirawak ke ibu kota Rusia, termasuk dua serangan dalam rentang waktu tiga hari yang menargetkan sebuah kilang minyak besar di dalam kawasan jalan lingkar Moskow.

Pemerintah Rusia sebelumnya menyatakan telah mengambil berbagai langkah untuk memperkuat sistem pertahanan udara guna menghadapi ancaman serangan drone yang semakin sering terjadi.

Di sisi lain, Rusia pada pekan ini juga melancarkan serangan paling mematikan sepanjang tahun ke Kyiv. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sedikitnya 30 orang, menandai terus berlanjutnya eskalasi konflik antara kedua negara.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×