kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.651.000   11.000   0,42%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Iran Mulai Tawarkan Minyak kepada Jepang, Pembeli Masih Menunggu Kepastian Sanksi AS


Jumat, 03 Juli 2026 / 19:31 WIB
Iran Mulai Tawarkan Minyak kepada Jepang, Pembeli Masih Menunggu Kepastian Sanksi AS
ILUSTRASI. Setelah bertahun-tahun, Iran kembali buka negosiasi penjualan minyak ke Jepang. (via REUTERS/Majid-Asgaripour)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Iran mulai membuka pembicaraan dengan sejumlah perusahaan Jepang untuk kembali menjual minyak mentah, menyusul pelonggaran sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor minyak Negeri Persia tersebut.

Namun, calon pembeli dari Jepang masih bersikap hati-hati sambil menunggu kepastian mengenai durasi pengecualian sanksi AS serta jaminan keamanan pelayaran di kawasan Teluk.

Mengutip Reuters, Jumat (3/7), tiga sumber dari Iran dan Barat mengungkapkan bahwa negosiasi awal telah dimulai antara Iran dan perusahaan-perusahaan Jepang. Meski demikian, belum ada kesepakatan pembelian yang tercapai karena sejumlah faktor geopolitik masih menjadi pertimbangan utama.

Pemerintah Amerika Serikat pada Juni lalu memberikan otorisasi bagi penjualan minyak Iran sebagai bagian dari upaya mendorong tercapainya kesepakatan damai final dengan Teheran. Kebijakan tersebut sekaligus melonggarkan sanksi yang telah diberlakukan selama beberapa dekade.

Sebagai imbalannya, Washington menginginkan komitmen Iran untuk memperkuat inspeksi terhadap program nuklirnya serta menjamin kebebasan navigasi di jalur strategis Selat Hormuz, yang menjadi salah satu rute pengiriman minyak paling penting di dunia.

Baca Juga: Trump Desak Harga BBM Turun, Laba Exxon dan Chevron Diprediksi Melonjak

Jepang Masih Menunggu Kepastian

Meski peluang kembali mengimpor minyak Iran mulai terbuka, perusahaan-perusahaan Jepang masih menunggu kepastian mengenai masa berlaku pengecualian sanksi dari pemerintah AS.

Selain itu, mereka juga menginginkan jaminan bahwa kondisi keamanan di kawasan Teluk tetap stabil sehingga aktivitas pengiriman minyak tidak terganggu oleh potensi konflik regional.

Saat ini, Departemen Keuangan Amerika Serikat memberikan pengecualian sanksi yang mengizinkan penjualan minyak mentah, produk petrokimia, dan produk minyak bumi asal Iran hingga 21 Agustus mendatang.

Apabila pengecualian tersebut tidak diperpanjang, perusahaan-perusahaan yang kembali membeli minyak Iran berpotensi menghadapi risiko terkena sanksi sekunder dari pemerintah AS.

China Masih Menjadi Pembeli Utama

Dalam beberapa tahun terakhir, China menjadi pembeli utama minyak Iran setelah sebagian besar negara Asia dan Eropa menghentikan impor akibat pengetatan sanksi AS.

Baca Juga: Rusia Akan Impor Avtur dari Jepang di Tengah Krisis Energi Akibat Serangan Ukraina

Sebelumnya, negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, India, serta sejumlah negara di Eropa merupakan pelanggan penting minyak Iran. Namun, pembelian tersebut berhenti setelah Presiden AS Donald Trump menarik Amerika Serikat dari perjanjian nuklir Iran pada 2018 dan kembali memberlakukan sanksi ekonomi yang lebih ketat terhadap Teheran.

Sejak saat itu, ekspor minyak Iran sebagian besar bergantung pada pasar China yang tetap menjadi tujuan utama pengiriman minyak mentah dari negara tersebut.

Hingga berita ini ditulis, Kementerian Luar Negeri Jepang maupun Departemen Keuangan Amerika Serikat belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar mengenai pembicaraan penjualan minyak Iran kepada perusahaan-perusahaan Jepang.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×