Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Jepang makin gencar mencari altermatif pasokan minyak mentah, salah satu yang dilirik adalah kawasan Amerika Utara. Hal itu dilakukan setelah keadaan geopolitik di Timur Tengah memanas dengan penutupan Selat Hormuz.
Senin (23/3/2026), Presiden Asosiasi Perminyakan Jepang Shunichi Kito mengatakan, Amerika Utara merupakan salah satu sumber alternatif potensial minyak mentah bagi kilang minyak Jepang, dengan Ekuador, Kolombia, dan Meksiko juga dipandang sebagai pilihan yang memungkinkan.
Pembeli minyak di seluruh dunia telah berupaya mengganti pasokan di kapal tanker yang terjebak di wilayah Teluk karena perang AS-Israel di Iran dan penutupan Selat Hormuz selanjutnya.
Baca Juga: Timur Tengah Makin Mencemaskan, Pasar Saham Global Tertekan
"Perusahaan minyak Jepang sedang menjajaki opsi pengadaan dari berbagai negara atau mengirimkan kapal ke negara-negara tersebut," kata Kito dalam konferensi pers.
Pengadaan minyak mentah adalah prioritas utama, meskipun kenaikan tarif pengiriman dan biaya asuransi menimbulkan biaya yang lebih tinggi, tambahnya.
Harga minyak telah melonjak hingga lebih dari $100 per barel karena Selat Hormuz, jalur pasokan utama untuk minyak dan LNG global, tetap tertutup. Dalam upaya untuk mengurangi krisis pasokan, pemerintahan Presiden AS Donald Trump telah untuk sementara waktu mencabut sanksi atas pembelian minyak Rusia dan Iran yang terdampar di laut.
Jepang tidak memiliki rencana segera untuk mengimpor minyak dari Iran atau Rusia selain dari proyek Sakhalin 2, kata Kito.
Kito, yang juga menjabat sebagai ketua perusahaan penyulingan minyak Jepang Idemitsu Kosan, mengatakan bahwa krisis ini seharusnya menjadi peluang bagi Jepang untuk mendiversifikasi sumber pasokan dalam jangka panjang.
Jepang, yang mengimpor 95% minyaknya dari Timur Tengah, harus berinvestasi dalam produksi minyak mentah di Alaska untuk mendiversifikasi pasokan, katanya.
Baca Juga: Enggan Beli Minyak Iran, Sinopec Bakal Manfaatkan Cadangan Negara
Jika krisis Iran berlanjut, pemerintah Jepang juga harus mempertimbangkan putaran kedua pelepasan minyak dari cadangan strategisnya dalam skala yang serupa dengan putaran pertama, kata Kito, setelah Jepang mulai menggunakan cadangan tersebut minggu lalu.
Di sisi lain, Badan Energi Internasional sedang berkonsultasi dengan pemerintah di Asia dan Eropa mengenai pelepasan lebih banyak minyak yang tersimpan, kata Direktur Eksekutif Fatih Birol pada hari Senin.













