kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.709   -109,00   -0,61%
  • IDX 6.267   259,51   4,32%
  • KOMPAS100 836   41,68   5,25%
  • LQ45 627   29,15   4,88%
  • ISSI 214   8,05   3,91%
  • IDX30 355   15,69   4,63%
  • IDXHIDIV20 436   18,01   4,31%
  • IDX80 94   4,69   5,23%
  • IDXV30 117   3,71   3,29%
  • IDXQ30 114   4,67   4,28%

Pemimpin Dunia Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Harapkan Stabilitas Ekonomi Global


Senin, 15 Juni 2026 / 08:43 WIB
Pemimpin Dunia Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran, Harapkan Stabilitas Ekonomi Global
ILUSTRASI. Bendera AS-Iran. (DW.com/DW)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran mendapat sambutan positif dari para pemimpin dunia.

Perjanjian yang mencakup penghentian perang, berakhirnya blokade AS terhadap Iran, serta pembukaan kembali Selat Hormuz dinilai sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan geopolitik dan memulihkan stabilitas ekonomi global.

Baca Juga: Bursa Asia Melonjak Senin (15/6), Harga Minyak Anjlok, AS-Iran Capai Kesepakatan

Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia.

Pembukaan kembali jalur tersebut berpotensi menurunkan harga energi dan memperlancar rantai pasok global yang selama beberapa bulan terakhir terganggu akibat konflik di Timur Tengah.

PBB: Langkah Penting Menuju Perdamaian

Melansir Reuters Senin (15/6/2026), Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres menyambut baik tercapainya kesepakatan tersebut.

Melalui juru bicaranya, Guterres menilai perjanjian damai yang mencakup gencatan senjata permanen, pembukaan kembali Selat Hormuz, dan kerangka negosiasi lanjutan merupakan langkah krusial menuju penyelesaian konflik secara damai.

Baca Juga: Pemilik Anjing di China Makin Royal, Industri Hewan Peliharaan Tembus US$ 46 Miliar

Eropa Tekankan Isu Nuklir Iran

Dalam pernyataan bersama, pemimpin Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Mereka menyatakan siap bekerja sama dengan AS, Iran, dan International Atomic Energy Agency untuk memastikan tujuan tersebut tercapai.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menekankan pentingnya pemulihan kebebasan navigasi di Selat Hormuz tanpa hambatan tambahan.

"Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," tegas Starmer.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut, kesepakatan itu sebagai hasil upaya diplomatik berbagai pihak dan mendesak implementasi penuh oleh semua pihak yang terlibat.

Menurut Macron, pembukaan kembali Selat Hormuz secara cepat dan tanpa syarat menjadi prioritas untuk mendukung stabilitas perdagangan internasional.

Sementara itu, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut kesepakatan tersebut sebagai terobosan diplomatik yang dapat membuka jalan bagi pemulihan ekonomi global sekaligus meningkatkan stabilitas kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Sulit Dibeli tapi Tetap Laris, Ini Strategi Elon Musk untuk Saham SpaceX

Asia-Pasifik Sambut Positif

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pemerintah Australia telah lama mendorong deeskalasi konflik dan menyambut baik tercapainya kesepakatan damai.

Menurutnya, semakin lama perang berlangsung, semakin besar dampaknya terhadap ekonomi dan stabilitas kawasan.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berharap kebebasan dan keamanan pelayaran di Selat Hormuz benar-benar dapat dijamin dalam praktiknya.

Jepang juga mendorong penyelesaian permanen terkait isu nuklir Iran melalui kesepakatan lanjutan.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters menilai, kesepakatan tersebut merupakan langkah konstruktif untuk meredakan ketegangan di kawasan yang sangat penting bagi keamanan ekonomi global.

Baca Juga: Trump: Israel Seharusnya Tak Menyerang Lebanon, Kesepakatan Iran Hampir Tercapai

Pasar Menyambut Positif

Kesepakatan damai AS-Iran langsung disambut positif oleh pasar keuangan global. Bursa saham Asia menguat tajam, sementara harga minyak dunia turun karena pelaku pasar memperkirakan pasokan energi global akan kembali normal setelah Selat Hormuz dibuka kembali.

Penurunan harga energi juga diperkirakan dapat mengurangi tekanan inflasi global dan memberi ruang bagi bank-bank sentral untuk tidak terburu-buru menaikkan suku bunga lebih lanjut.

Bagi perekonomian dunia, kesepakatan ini dinilai sebagai salah satu perkembangan geopolitik paling signifikan tahun ini karena berpotensi mengurangi risiko terhadap perdagangan global, pasar energi, dan pertumbuhan ekonomi internasional.




TERBARU

[X]
×