kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.743   -75,00   -0,42%
  • IDX 6.203   195,45   3,25%
  • KOMPAS100 826   32,07   4,04%
  • LQ45 621   23,40   3,92%
  • ISSI 212   6,18   3,00%
  • IDX30 352   12,63   3,73%
  • IDXHIDIV20 432   14,86   3,56%
  • IDX80 93   3,56   3,97%
  • IDXV30 116   3,01   2,67%
  • IDXQ30 113   3,76   3,44%

Pemilik Anjing di China Makin Royal, Industri Hewan Peliharaan Tembus US$ 46 Miliar


Senin, 15 Juni 2026 / 08:25 WIB
Pemilik Anjing di China Makin Royal, Industri Hewan Peliharaan Tembus US$ 46 Miliar
ILUSTRASI. China - Warga Beijing (REUTERS/Tingshu Wang)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Industri hewan peliharaan di China terus berkembang pesat seiring perubahan gaya hidup masyarakat perkotaan. Kini, tidak sedikit pemilik anjing yang rela mengeluarkan biaya ribuan yuan per bulan untuk menyekolahkan hewan peliharaannya di taman kanak-kanak khusus anjing.

Salah satu contohnya adalah Paw³, sebuah "kindergarten" untuk anjing yang beroperasi di Shanghai.

Setiap hari, anjing-anjing datang sejak pukul 09.00 pagi dan mengikuti berbagai aktivitas hingga sore hari, mulai dari permainan interaktif, lintasan rintangan, sesi olahraga di treadmill khusus anjing, hingga waktu istirahat yang diiringi alunan musik klasik.

Baca Juga: Sulit Dibeli tapi Tetap Laris, Ini Strategi Elon Musk untuk Saham SpaceX

Pendiri Paw³ Jann Zhang mengatakan, konsep tersebut lahir dari pengalamannya sendiri saat mencari solusi bagi anjing peliharaannya yang mengalami gangguan kecemasan dan kesulitan bersosialisasi.

"Saya ingin memberikan ruang bagi anjing untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan anjing lain. Dari situlah ide membuka taman kanak-kanak anjing ini muncul," ujar Zhang dilansir dari Reuters Senin (15/6/2026).

Belanja Hewan Peliharaan Meningkat

Fenomena ini mencerminkan tren yang lebih luas di China, di mana hewan peliharaan semakin dianggap sebagai anggota keluarga, terutama di kalangan generasi muda perkotaan.

Perubahan tersebut terjadi di tengah menurunnya angka kelahiran dan bergesernya pola konsumsi masyarakat. Banyak konsumen muda kini lebih mengutamakan pengeluaran yang memberikan kepuasan emosional, termasuk untuk hewan peliharaan mereka.

Baca Juga: Demam SpaceX Picu FOMO Investor, Saham Jadi Buruan di Hari Pertama

Qian Yi, pemilik anjing Border Collie bernama Harry, mengaku menghabiskan sekitar 4.000 yuan atau sekitar Rp 9 juta per bulan untuk berbagai kebutuhan anjingnya, mulai dari penitipan harian, makanan, perawatan, hingga aktivitas rekreasi.

"Kami membesarkan anjing kami seperti anak sendiri," katanya.

Industri Bernilai Puluhan Miliar Dolar

Lembaga riset industri Pet Data memperkirakan nilai pasar konsumsi hewan peliharaan di kawasan perkotaan China mencapai 312,6 miliar yuan atau sekitar US$ 46 miliar pada 2025.

Nilai tersebut diproyeksikan meningkat menjadi lebih dari 405 miliar yuan pada 2028, didorong oleh pertumbuhan layanan bernilai tambah seperti penitipan hewan, pelatihan, perawatan, hingga layanan kesehatan.

Paw³ sendiri menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Dari awalnya hanya melayani kurang dari 20 pelanggan, kini jumlah kliennya telah mencapai sekitar 200 pemilik anjing.

Baca Juga: Pakistan: Iran Capai Kesepakatan Damai, Penandatanganan Dijadwalkan Jumat

Biaya penitipan di fasilitas tersebut berkisar antara 98 yuan hingga 138 yuan per hari, tergantung ukuran anjing.

Menurut William Tang, salah satu pelanggan Paw³, daya tarik utama layanan tersebut adalah tersedianya ruang khusus yang memungkinkan anjing berinteraksi dan bersosialisasi secara sehat.

"Apa yang paling menarik bagi saya adalah tempat ini memberikan ruang bagi anjing untuk memiliki dunianya sendiri," ujarnya.

Peluang Bisnis Baru di Tengah Perlambatan Ekonomi

Pertumbuhan industri hewan peliharaan menjadi salah satu segmen yang tetap ekspansif di tengah perlambatan konsumsi China.

Baca Juga: Trump: Israel Seharusnya Tak Menyerang Lebanon, Kesepakatan Iran Hampir Tercapai

Meningkatnya pengeluaran untuk kebutuhan non-esensial yang berkaitan dengan kenyamanan dan kesejahteraan hewan menunjukkan adanya pergeseran pola belanja masyarakat.

Bagi pelaku usaha, tren ini membuka peluang baru pada sektor pet economy, mulai dari penitipan hewan, layanan kesehatan, makanan premium, hingga produk dan jasa berbasis pengalaman yang menyasar pemilik hewan peliharaan kelas menengah perkotaan.




TERBARU

[X]
×