kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45700,06   2,33   0.33%
  • EMAS938.000 -0,85%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Akibat wabah demam babi Afrika, produksi daging babi China anjlok 21,3% pada 2019


Jumat, 17 Januari 2020 / 09:55 WIB
Akibat wabah demam babi Afrika, produksi daging babi China anjlok 21,3% pada 2019
ILUSTRASI. Penjualan daging babi di China.

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Produksi daging babi China melorot pada tahun 2019 akibat wabah demam babi Afrika yang menewaskan jutaan populasi babi di China. Data resmi mencatat, China memproduksi 42,55 juta ton daging babi pada 2019, turun 21,3% dari tahun sebelumnya.

Mengutip Reuters, Biro Statistik Nasional (NBS) mengatakan, populasi babi di China turun 27,5% menjadi 310,41 juta ekor pada akhir Desember 2019.

Jumlah babi yang dipotong tahun lalu juga turun 21,6% menjadi 544,19 juta ekor.

Baca Juga: Impor daging babi China di bulan Desember melonjak empat kali lipat

Demam babi Afrika, virus yang tidak dapat disembuhkan yang membunuh hampir semua babi yang terinfeksi, tetapi tidak membahayakan manusia, masuk ke China pada tahun 2018 dan menyerang peternakan di seluruh negeri.

Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China melaporkan, populasi babi turun 41% pada Oktober 2019, tetapi naik 2% pada November.

Angka Biro Statistik Nasional setahun penuh naik dari 306,75 juta ekor yang dilaporkan untuk sembilan bulan pertama tahun 2019.

Rabobank memperkirakan pada November bahwa produksi daging babi China akan melorot 25% pada tahun 2019 menjadi sekitar 40,5 juta ton, dan selanjutnya 10%-15% pada tahun 2020.

Harga makanan China melonjak akibat kenaikan harga daging babi, mendorong inflasi mendekati level tertinggi selama delapan tahun.

Baca Juga: China akan mempertahankan target inflasi sekitar 3% pada tahun 2020

Data Biro Statistik Nasional juga menunjukkan, total produksi daging termasuk daging babi, daging sapi, domba dan unggas turun 10,2% pada tahun 2019 menjadi 76,49 juta ton.




TERBARU

Close [X]
×